Semarak Kemerdekaan, Xiangqi Satukan Perantauan Kalbar di Banjarmasin

0
CATUR CHINA UTAMA 1

Pertandingan seru dua master Xiangqi diantaranya Sarjono (Ketua Perkumpulan Tionghoa Khatulistiwa Banua) dan Aman. (Foto - Olpah Sari).

Semangat memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 dirayakan dengan cara berbeda oleh warga perantauan Kalimantan Barat di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Bukan melalui perlombaan yang biasa digelar setiap Agustus, mereka memilih papan Xiangqi atau catur China sebagai ruang bertemu, berkompetisi, sekaligus mempererat ikatan persaudaraan di tanah rantau.

Lomba Xiangqi ini diselenggarakan oleh Perkumpulan Tionghoa Khatulistiwa Banua (PTKB) selama dua hari, Sabtu dan Minggu, 8-9 Agustus 2026. Kegiatan tersebut mempertemukan para pecinta Xiangqi dari berbagai kalangan yang berdomisili di Banjarmasin.

Ketua Perkumpulan Tionghoa Khatulistiwa Banua (PTKB) Sarjono mengatakan, kegiatan ini tidak hanya bertujuan mencari pemenang dalam pertandingan, tetapi juga menjadi wadah memperkuat kebersamaan antarwarga perantauan.

“Xiangqi memiliki nilai yang lebih luas. Ada unsur kebersamaan, komunikasi, dan pembelajaran strategi yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Sarjono.

 

Para pemenang Lomba Catur China “Xiangqi” bersama Ketua Perkumpulan Tionghoa Khatulistiwa Borneo (PTKB) Sarjono dan pengurus lainnya. (Foto – Olpah Sari).

Menurutnya, permainan Xiangqi mengajarkan seseorang untuk berpikir matang sebelum mengambil keputusan. Setiap langkah di atas papan membutuhkan perhitungan, ketelitian, serta kemampuan membaca situasi.

Xiangqi dimainkan di atas papan yang terdiri dari 9 garis menurun dan 10 garis mendatar dengan 99 titik pertemuan. Setiap bidak memiliki karakter dan peran masing-masing, sehingga pemain dituntut menyusun strategi untuk mengalahkan lawan.

Bagi para penggemarnya, Xiangqi bukan sekadar permainan tradisional, melainkan latihan berpikir yang mengasah kecerdasan, wawasan, taktik, dan kemampuan mengambil keputusan.

“Prinsip strategi dalam Xiangqi bisa diterapkan dalam banyak aspek kehidupan. Pelajar dapat belajar mengatur waktu, ibu rumah tangga bisa menerapkannya dalam mengelola rumah tangga, bahkan pemimpin daerah dapat mengambil nilai strateginya dalam mengatur wilayah,” kata Sarjono.

Menjaga Tradisi di Tanah Rantau

Di tengah perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, kegiatan seperti lomba Xiangqi menjadi salah satu cara komunitas perantauan menjaga ruang interaksi sosial.

Bagi Stela, warga perantauan Kalimantan Barat yang tinggal di Banjarmasin, kegiatan ini memiliki makna lebih dari sekadar pertandingan.

Menurutnya, pertemuan melalui Xiangqi menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan antarwarga yang memiliki latar belakang daerah asal yang sama.

“Yang paling penting adalah kebersamaan. Kami bisa bertemu, saling mengenal, dan menjaga hubungan kekeluargaan meskipun berada jauh dari kampung halaman,” ujar Stela.

 

Tak hanya Bapak-Bapak, Lomba Catur China juga diikuti sejumlah ibu rumah tangga. (Foto – Olpah Sari).

Ia menilai permainan Xiangqi memiliki daya tarik tersendiri karena menggabungkan unsur olahraga pikiran dengan nilai budaya.

Strategi Kehidupan dari Papan Xiangqi.Setiap gerakan dalam Xiangqi mengandung pesan tentang perencanaan dan konsekuensi.

Pemain tidak hanya dituntut menyerang, tetapi juga harus mampu membaca pertahanan dan mempersiapkan langkah berikutnya.

Nilai inilah yang membuat Xiangqi tetap bertahan dan diminati lintas generasi.

Melalui lomba dalam rangka menyambut Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, PTKB ingin menunjukkan bahwa keberagaman budaya dapat menjadi kekuatan dalam membangun kebersamaan.

Dari sebuah papan permainan, tumbuh pesan sederhana bahwa kemajuan membutuhkan strategi, kebersamaan membutuhkan kepedulian, dan kemerdekaan menjadi lebih bermakna ketika dirayakan bersama.(Olpah Sari).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!