SMK Farmasi Mandiri Siapkan Lulusan Siap Kerja

0
FARMASI MANDIRI

Wali Kota Banjarmasin HM Yamin HR saat mengunjungi Sekolah Farmasi Mandiri.(Foto - Media Center Banjarmasin).

Keterbatasan fasilitas tidak selalu menjadi penghalang untuk melahirkan prestasi.

Di sebuah sekolah kejuruan bidang kesehatan di kawasan Jalan Pramuka, Banjarmasin Timur, semangat mencetak tenaga farmasi muda terus dipertahankan meski menghadapi tantangan keterbatasan ruang dan sarana pendukung.

Semangat itulah yang menjadi perhatian Wali Kota Banjarmasin H. M. Yamin HR saat menyambangi SMK Farmasi Mandiri dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027, Selasa (14/07/2026).

Bagi Yamin, kunjungan tersebut bukan sekadar agenda bertemu siswa baru. Sebagai seseorang yang memiliki latar belakang pendidikan farmasi, Yamin melihat langsung bagaimana pendidikan vokasi kesehatan memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan praktis dan siap memasuki dunia kerja.

“Secara pribadi saya sangat memahami perjuangan sekolah ini. Saya melihat langsung kondisi sekolah yang memang memiliki keterbatasan lahan dan bukan merupakan lahan milik sendiri, sehingga pengembangan fasilitas menjadi tantangan tersendiri,” ujar Yamin.

SMK Farmasi Mandiri menjadi salah satu contoh bagaimana sekolah vokasi berupaya bertahan dan berkembang di tengah keterbatasan infrastruktur.

Dengan fasilitas yang belum ideal, sekolah tersebut tetap berupaya menghadirkan pendidikan berbasis keterampilan, terutama dalam bidang farmasi yang membutuhkan kompetensi teknis, kedisiplinan, serta praktik langsung.

Yamin menilai keberadaan sekolah seperti SMK Farmasi Mandiri memiliki nilai strategis karena pendidikan vokasi tidak hanya memberikan ijazah, tetapi juga membekali siswa dengan kemampuan yang dapat menjadi modal ekonomi keluarga.

“Ini bukan kewenangan langsung pemerintah kota karena SMK berada dalam kewenangan pemerintah provinsi. Namun, kami akan berupaya mengomunikasikan persoalan ini dengan pihak terkait agar ada solusi terbaik bagi pengembangan fasilitas sekolah,” katanya.

Menurutnya, dukungan terhadap pendidikan vokasi merupakan investasi jangka panjang karena berkaitan langsung dengan kualitas tenaga kerja daerah.

Jangan Minder dengan Kondisi Sekolah

Di hadapan 12 siswa baru yang mengikuti MPLS, Yamin menyampaikan pesan agar mereka tidak menjadikan keterbatasan sebagai alasan untuk kehilangan kepercayaan diri.

Menurutnya, keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh tempat belajar, tetapi oleh kemauan untuk terus berkembang dan berusaha.

“Jangan gentar. Tetap percaya diri dan yakin bahwa kalian bisa meraih prestasi setinggi-tingginya. Terus belajar, berdoa, dan jadilah yang terbaik di bidang yang kalian pilih,” pesannya.

Ia juga mengapresiasi para guru yang tetap konsisten mendidik dan membimbing siswa meskipun menghadapi berbagai tantangan.

Baginya, guru memiliki peran penting dalam mengubah keterbatasan menjadi peluang melalui pendidikan yang kreatif dan penuh dedikasi.

Kepala SMK Farmasi Mandiri Susanti Pusparini mengatakan tantangan fasilitas tidak menyurutkan komitmen sekolah untuk mencetak lulusan yang kompeten dan berkarakter.

Menurutnya, sejak pandemi tahun ajaran 2020/2021, sekolah mulai memperkuat pola pembelajaran yang lebih dekat dengan kebutuhan dunia kerja.

Salah satu strategi yang dilakukan adalah memperluas kerja sama dengan apotek dan mitra industri kesehatan agar siswa mendapatkan pengalaman sejak masih duduk di bangku sekolah.

“Kami memiliki prinsip bagaimana siswa kami didorong agar belum lulus sudah bekerja. Siswa kelas 11 pun mulai kami arahkan untuk memiliki pengalaman melalui jaringan mitra apotek,” jelas Susanti.

Pola pendidikan tersebut membuat siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengenal budaya kerja profesional sejak dini.

Selain itu, sekolah juga membuka kesempatan bagi anak-anak yang memiliki keterbatasan ekonomi agar tetap mendapatkan akses pendidikan.

“Kami terus terbuka bagi anak-anak yang mungkin terkendala biaya agar tetap bisa mendapatkan pendidikan dan keterampilan di bidang farmasi,” tambahnya.(RidzkyHusna).

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!