Fasilitas Modern Harus Diikuti Layanan Haji yang Berkualitas

0
MENTERI AGAMA

Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dr. K.H. Mochamad Irfan Yusuf menandatangani prasasti peresmian Gedung Baru Asrama Haji Banjarmasin. (Foto - Biro Adpim Kalsel).

Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dr. K.H. Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan bahwa pembangunan Gedung Baru Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin merupakan bagian dari transformasi layanan haji nasional yang tengah dilakukan pemerintah.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur hanyalah salah satu aspek dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji. Yang jauh lebih penting adalah memastikan setiap fasilitas didukung sumber daya manusia yang profesional, sistem pelayanan yang efisien, serta tata kelola yang berorientasi pada kepuasan jemaah.

“Fasilitas yang semakin representatif harus diiringi peningkatan mutu pelayanan. Tujuan akhirnya adalah memberikan pengalaman ibadah yang nyaman, aman, dan memudahkan jemaah sejak sebelum keberangkatan hingga kembali ke Tanah Air,” ujar Gus Irfan di sela-sela peresmian Gedung Baru Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin, di Banjarbaru, Jumat (10/07/2027).

Ia berharap Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin tidak hanya menjadi tempat transit calon jemaah, tetapi berkembang menjadi pusat layanan haji dan umrah yang mampu memberikan pelayanan prima sesuai standar nasional.

Pembangunan gedung baru tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas asrama haji di berbagai embarkasi Indonesia.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah terus memperkuat fasilitas asrama haji melalui pembangunan gedung baru, renovasi ruang inap, peningkatan kapasitas kamar, digitalisasi layanan, hingga penyediaan fasilitas yang lebih ramah bagi lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas.

Transformasi tersebut dilakukan agar kualitas pelayanan di setiap embarkasi semakin seragam, sekaligus mampu mengakomodasi meningkatnya kebutuhan calon jemaah haji Indonesia yang setiap tahun mencapai ratusan ribu orang.

Gedung baru Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin sendiri dibangun menggunakan dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Tahun Anggaran 2025. Bangunan tersebut memiliki 44 kamar dengan kapasitas 176 jemaah, dilengkapi fasilitas setara hotel bintang tiga sebagai bagian dari peningkatan standar pelayanan.

Embarkasi Banjarmasin Miliki Peran Strategis di Kalimantan

Sebagai salah satu embarkasi haji di Indonesia, Embarkasi Banjarmasin tidak hanya melayani keberangkatan jemaah asal Kalimantan Selatan, tetapi juga menjadi pintu keberangkatan bagi jemaah dari provinsi lain di Pulau Kalimantan sesuai kebijakan kuota yang ditetapkan pemerintah.

Karena itu, peningkatan kualitas fasilitas dinilai penting untuk mendukung kenyamanan jemaah sebelum memasuki fase perjalanan panjang menuju Tanah Suci.

Dengan fasilitas yang semakin modern, Embarkasi Banjarmasin diharapkan mampu memberikan layanan yang lebih cepat, tertata, dan manusiawi, terutama bagi jemaah lanjut usia yang jumlahnya terus meningkat setiap musim haji.(Olpah Sari).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!