Menjadi Komentator Sepakbola

0
RISANTA DAN RATNO TIMUR

Seni Bercerita dari Lapangan Hijau

Oleh: Muhammad Risanta

Ada satu suara yang sering kali menjadi bagian dari kenangan pecinta sepakbola, seperti Piala Dunia 2026 ini. Ketika pertandingan besar berlangsung, bukan hanya aksi pemain di lapangan yang dikenang, tetapi juga bagaimana seorang komentator mampu menghadirkan suasana pertandingan menjadi lebih hidup.

Sebuah tendangan keras ke arah gawang, penyelamatan gemilang seorang penjaga gawang, atau gol dramatis pada menit akhir akan terasa berbeda ketika disampaikan dengan kalimat yang tepat, intonasi yang kuat, dan emosi yang sesuai.

Nah urusan yang satu ini ada peran seorang komentator sepakbola hadir.

Komentator bukan sekadar orang yang berbicara selama 90 menit pertandingan. Ia adalah seorang pencerita olahraga yang menghubungkan peristiwa di lapangan dengan jutaan penonton yang menyaksikan dari layar televisi, radio, maupun platform digital.

Tidak berlebihan jika komentator sepakbola sering disebut sebagai “pemain ke-13”. Mereka memang tidak menyentuh bola, tidak mencetak gol, dan tidak melakukan tekel, tetapi mampu membangun atmosfer, menggugah emosi, serta membuat pertandingan menjadi lebih berwarna.

Sebuah pertandingan tanpa komentator ibarat stadion tanpa sorakan. Tetap ada permainan, tetapi kehilangan sebagian cerita.

Tugas utama komentator sepakbola adalah memandu, menjelaskan, dan mengulas jalannya pertandingan secara langsung.

Namun pekerjaan ini tidak sesederhana berbicara mengikuti arah bola. Seorang komentator harus mampu melihat pertandingan dari berbagai sudut pandang.

Ketika seorang pemain menggiring bola, komentator tidak hanya mengatakan siapa yang membawa bola, tetapi harus mampu menjelaskan

Mengapa pemain tersebut mengambil keputusan itu? Mengapa pelatih memilih strategi tertentu? Mengapa sebuah tim kehilangan keseimbangan permainan? Mengapa sebuah peluang emas bisa tercipta?.

Kemampuan membaca pertandingan inilah yang membedakan komentator biasa dengan komentator profesional.

Dalam dunia penyiaran olahraga, peran komentator biasanya terbagi menjadi dua.

 

Pemandu Utama (Play-by-Play Announcer)

Ini adalah sosok yang menjadi suara utama selama pertandingan berlangsung.

Tugasnya menggambarkan setiap kejadian secara cepat, akurat, dan menarik.

Ia harus memiliki kemampuan berpikir cepat karena sepakbola bergerak sangat dinamis. Dalam hitungan detik, sebuah serangan bisa berubah menjadi gol, kartu merah, atau drama di kotak penalti.

Komentator jenis ini harus memiliki energi suara, penguasaan bahasa, dan kemampuan menjaga ritme siaran.

Komentator Analisis (Color Commentator / Pundit)

Biasanya diisi oleh mantan pemain, pelatih, atau orang yang memiliki pemahaman teknis mendalam tentang sepakbola.

Tugasnya memberikan analisis tentang strategi, pola permainan, keputusan pemain, hingga kelemahan sebuah tim.

Jika komentator utama menggambarkan apa yang terjadi, maka komentator analisis menjelaskan mengapa hal itu terjadi.

Keduanya harus saling melengkapi agar sebuah siaran pertandingan menjadi menarik dan informatif.

Modal Utama Menjadi Komentator Sepakbola

Menjadi komentator sepakbola bukan hanya membutuhkan suara yang bagus. Ada banyak kemampuan yang harus dimiliki.

Pengetahuan Mendalam Tentang Sepakbola

Seorang komentator harus memahami aturan permainan, sejarah sepakbola, karakter klub, profil pemain, hingga perkembangan taktik modern.

Ia harus tahu perbedaan antara formasi 4-3-3, 4-2-3-1, atau 3-5-2.

Ia harus memahami mengapa seorang gelandang bertahan memiliki peran penting dalam membangun serangan.

Ia harus mengikuti perkembangan pemain, statistik pertandingan, hingga tren sepakbola dunia.

Semakin luas wawasan seorang komentator, semakin kaya pula informasi yang bisa diberikan kepada penonton.

Kemampuan Berbicara yang Baik

Suara adalah senjata utama seorang komentator.

Namun suara yang bagus bukan berarti harus selalu keras dan berteriak.

Komentator profesional tahu kapan harus meninggikan intonasi ketika terjadi peluang emas, kapan harus tenang saat menjelaskan strategi, dan kapan memberikan jeda agar penonton menikmati momen.

Pilihan kata atau diksi juga sangat penting. Sepakbola membutuhkan bahasa yang hidup. Sebuah gol tidak hanya “masuk ke gawang”.

Tetapi bisa menjadi”Sebuah penyelesaian sempurna! Bola meluncur deras tanpa mampu dihentikan penjaga gawang!”

Bahasa yang tepat mampu mengubah momen biasa menjadi kenangan luar biasa. Seperti halnya ketika Lionel Messi menceplos tendangan volly keras ke gawang Mesir di babak 16 besar Piala Dunia 2026 barusan.

Analisis Real-Time

Komentator harus memiliki kemampuan membaca pertandingan secara cepat.

Dalam beberapa detik, ia harus memahami perubahan strategi, pergerakan pemain, kelemahan pertahanan, peluang serangan balik, hingga keputusan wasit.

Inilah yang membuat profesi komentator membutuhkan kecerdasan analisis tinggi.

Kepekaan dan Improvisasi

Sepakbola penuh kejutan. Tidak semua kejadian bisa diprediksi.

Gol menit akhir, keputusan VAR, keributan pemain, hingga pergantian taktik mendadak membutuhkan kemampuan improvisasi.

Komentator harus mampu tetap tenang dan memberikan informasi yang tepat.

Etika Profesional

Komentator bukan pendukung salah satu klub. Ia merupakan seseorang harus mampu menjaga objektivitas.

Boleh memiliki analisis, tetapi tetap harus menghormati semua tim dan pemain.

Komentator profesional memahami bahwa jutaan orang dengan latar belakang berbeda sedang mendengarkan suaranya.

Sejarah Komentator Sepakbola Indonesia

Indonesia memiliki sejarah panjang dalam dunia komentator sepakbola.

Generasi lama mengenal sosok-sosok seperti almarhum Sambas, Max Sopacua, dan Azwar Hamid yang menjadi bagian penting dalam perjalanan siaran olahraga nasional.

Ada pula Abraham Isnan hingga Eddy Sofyan, komentator yang dikenal sangat rapi dengan ciri khas mengenakan jas ketika membawakan pertandingan pada era 1980-an hingga 1990-an.

Mereka bukan hanya menyampaikan pertandingan, tetapi juga membawa nilai elegan dalam dunia penyiaran olahraga.

Pada era modern, muncul nama-nama dengan karakter berbeda.

Ada Valentino Simanjuntak atau dikenal dengan sebutan Bung Jebret yang terkenal dengan gaya energik dan kreativitas menciptakan istilah-istilah unik.

Ada pula Kusnaeni (Bung Kus) dan Binder Singh yang dikenal dengan analisis teknis dan wawasan taktik yang mendalam.

Setiap era melahirkan gaya komentator yang berbeda, tetapi tujuannya sama membuat sepakbola semakin dekat dengan masyarakat.

Komentator dan Reporter, Dua Dunia yang Berbeda

Banyak orang menganggap komentator dan reporter sepakbola adalah pekerjaan yang sama. Padahal keduanya memiliki tugas berbeda.

Komentator adalah pencerita pertandingan.

Ia fokus pada apa yang terjadi di lapangan. Tugasnya memandu pertandingan langsung, menjelaskan jalannya permainan, memberikan analisis, membangun atmosfer pertandingan.

Sedangkan Reporter adalah pencari berita sepakbola dan bekerja mencari informasi di balik pertandingan.

Tugasnya melakukan wawancara pemain dan pelatih, mencari berita terbaru, melaporkan kondisi tim, menghadirkan cerita human interest.

Jika komentator berada di ruang siaran untuk menceritakan pertandingan, reporter berada di lapangan untuk mencari cerita di balik pertandingan. Keduanya saling melengkapi.

Menjadi komentator sepakbola bukan hanya pekerjaan, tetapi seni. Seni mengolah informasi menjadi cerita.Kalau menurut pandangan teman saya seorang reporter senior RRI, Yedi Yulistiadi adalah seni mengubah pertandingan menjadi pengalaman emosional. Seni membuat penonton yang duduk di rumah seolah berada langsung di stadion.

Ketika seorang komentator mampu menggambarkan pertandingan dengan tepat, maka suaranya akan melekat dalam ingatan publik.

Karena dalam sepakbola, terkadang yang dikenang bukan hanya siapa pencetak gol kemenangan. Tetapi juga siapa yang mengabadikan momen itu melalui kata-kata.

Sepakbola adalah permainan sebelas pemain. Tetapi cerita sepakbola sering kali hidup karena satu suara di balik mikrofon.

*Penulis adalah Jurnalis CNN Indonesia & Akademisi

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!