Piala Dunia, Ekonomi, dan Mata Kuliah Tentang Cara Menggoalkan Sasaran

0
BAMBANG DAN KULIAH

Oleh: Bambang Budiansyah

Piala Dunia selalu menghadirkan pelajaran menarik. Bukan hanya tentang sepak bola, tetapi juga tentang kehidupan, organisasi, bahkan dunia perkuliahan.

Banyak mahasiswa mungkin bertanya, apa hubungan antara mata kuliah ekonomi dengan sepak bola? Saya hanya menjawab singkat, tentu sangat dekat.

Lihat saja sebuah pertandingan Piala Dunia. Tidak ada tim yang turun ke lapangan tanpa strategi. Tidak ada pelatih yang hanya mengandalkan keberuntungan.

Semua dihitung, direncanakan dan tentunya semua memiliki target. Bukankah itu juga yang diajarkan di ruang kuliah?

Dalam ilmu ekonomi, kita mengenal konsep sumber daya yang terbatas untuk mencapai hasil yang maksimal. Sebuah tim sepak bola juga demikian.

Setiap negara hanya memiliki sebelas pemain di lapangan, energi yang terbatas, waktu pertandingan hanya 90 menit, dan kesempatan mencetak gol yang tidak selalu banyak.

Karena itu, strategi menjadi sangat penting.

Tim yang hebat bukan selalu yang memiliki pemain paling mahal. Sering kali, tim terbaik adalah mereka yang mampu mengelola seluruh sumber daya secara efektif dan efisien.

Persis seperti sebuah perusahaan atau bahkan sebuah koperasi, termasuk organisasi mahasiswa.

Dalam Mata Kuliah Manajemen, mahasiswa diajarkan tentang perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengarahan (actuating), dan pengawasan (controlling).

Coba lihat seorang pelatih Piala Dunia.Sebelum pertandingan dimulai, ia menyusun rencana permainan. Itulah planning. Ia menentukan siapa bermain di posisi mana. Itulah organizing.

Selama pertandingan berlangsung, ia memberikan instruksi, motivasi, bahkan melakukan pergantian pemain. Itulah actuating.

Setelah pertandingan usai, seluruh permainan dievaluasi. Kesalahan dianalisis, kelemahan diperbaiki. Itulah controlling.

Ternyata, ruang kuliah dan lapangan sepak bola tidaklah berjauhan. Keduanya sama-sama mengajarkan cara mencapai sasaran.

Dalam sepak bola, sasarannya adalah gol. Dalam ekonomi, sasarannya adalah kesejahteraan.

Dalam dunia pendidikan, sasarannya adalah keberhasilan akademik dan kualitas sumber daya manusia.

Menariknya, tidak ada gol yang lahir secara kebetulan. Gol biasanya lahir dari kerja sama tim.

Ada pemain yang merebut bola. Ada yang membangun serangan. Ada yang memberi umpan matang. Dan ada yang menyelesaikannya menjadi gol.

Begitu pula dalam pembangunan ekonomi.

Tidak ada daerah yang maju hanya karena kerja satu orang. Diperlukan kolaborasi pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, masyarakat, dan media.

Semuanya memainkan peran dan memiliki posisi. Semuanya bergerak menuju tujuan yang sama.

Piala Dunia juga mengajarkan bahwa taktik tanpa disiplin hanya akan menjadi gambar di atas kertas.

Sebagus apa pun strategi yang dibuat pelatih, semuanya akan sia-sia jika pemain tidak menjalankannya dengan komitmen dan kerja keras.

Hal yang sama berlaku dalam dunia perkuliahan.

Rencana studi yang bagus tidak akan menghasilkan apa-apa tanpa kedisiplinan belajar. Target lulus tepat waktu hanya akan menjadi mimpi apabila tidak dibarengi usaha yang sungguh-sungguh.

Karena itu, menurut salah satu sahabat saya Muhammad Risanta,Jurnalis Senior CNN Indonesia dan Dosen STIE Pancasetia, sesungguhnya setiap pertandingan Piala Dunia adalah ruang kuliah terbuka. Di sana kita belajar tentang kepemimpinan dan tentang kerjasama tim.

Menurut hemat saya yang dimaksud itu adalah belajar tentang kerja sama. Belajar tentang pengambilan keputusan dan manajemen risiko.

Dan yang paling penting, belajar bahwa keberhasilan tidak pernah dicetak sendirian.

Sebab dalam sepak bola maupun ekonomi, kemenangan sejati selalu lahir dari strategi yang tepat, kerja tim yang solid, dan kemampuan menggoalkan setiap sasaran yang telah ditetapkan.

Maka hidup ini tidak jauh berbeda dengan sebuah pertandingan. Kita semua sedang bermain di lapangan masing-masing.

Dan tugas kita adalah memastikan setiap peluang yang datang dapat diubah menjadi gol-gol keberhasilan.

*Penulis adalah Penggiat Perkebunan nasional & Sekretaris GAPKI Kalsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!