Ketika Barito Kuala Menjadi Panggung Kebanggaan

0
MTQ BATOLA

Oleh: Ratno Timur

Di banyak rumah, warung kopi, hingga ruang-ruang keluarga, Piala Dunia sedang menjadi bahan percakapan yang tak ada habisnya.

Orang rela begadang. Mata memerah tak mengapa. Demi menyaksikan negara favorit bertanding, semua terasa layak diperjuangkan.

Sepak bola memang memiliki daya magis. Ia mampu menyatukan jutaan orang dalam satu rasa, semangat, harapan, dan kebanggaan.

Namun, di tengah gegap gempita Piala Dunia 2026 yang sedang menyita perhatian dunia, Kalimantan Selatan sesungguhnya juga memiliki panggung kebanggaannya sendiri.

Panggung itu berada di Kabupaten Barito Kuala.

Di daerah yang dikenal dengan hamparan sungai dan masyarakatnya yang religius itu, Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) ke-37 tingkat Provinsi Kalimantan Selatan digelar pada 18 hingga 26 Juni 2026. Sebuah perhelatan akbar yang menghadirkan ribuan orang dari seluruh penjuru Banua.

Barito Kuala tak hanya menjadi tuan rumah. Daerah indah ini menjelma menjadi rumah bersama.

Ribuan peserta, pelatih, pendamping, official, serta masyarakat dari 13 kabupaten dan kota datang dengan membawa semangat yang sama: memuliakan Al-Qur’an.

Suasana yang tercipta pun terasa begitu istimewa. Jalan-jalan ramai. Penginapan penuh. Warga menyambut tamu dengan keramahan khas Banjar.

Di sudut-sudut kota, percakapan tentang cabang lomba, qari dan qariah unggulan, hingga peluang meraih juara menjadi topik yang hangat diperbincangkan.

Jika Piala Dunia menjadi arena bagi para pesepak bola terbaik dunia menunjukkan kemampuan mengolah si kulit bundar, maka MTQ adalah panggung bagi generasi Qurani mempersembahkan kemampuan terbaik mereka dalam membaca, memahami, dan menghayati firman Allah.

Di sini, yang diperebutkan bukan sekadar piala. Yang sedang dibangun adalah peradaban, cinta Qurani.

MTQ sesungguhnya tidak pernah hanya soal menang dan kalah. Tidak pula semata-mata tentang siapa yang berdiri di podium juara.

Lebih dari itu, MTQ adalah ikhtiar kolektif untuk terus menanamkan kecintaan kepada Al-Qur’an di tengah derasnya arus modernisasi, kemajuan teknologi, dan banjir hiburan global yang kian tak terbendung.

Di tengah dunia yang bergerak begitu cepat, MTQ menghadirkan ruang untuk sejenak berhenti, mendengar, dan merenungkan ayat-ayat suci.

Ada kesejukan yang sulit dijelaskan ketika lantunan Al-Qur’an menggema dari arena musabaqah. Ada ketenangan yang menyentuh hati. Dan ada harapan besar agar nilai-nilai Al-Qur’an tidak berhenti di panggung perlombaan, melainkan benar-benar hidup dalam keseharian masyarakat.

Ketika dunia bersorak menyambut gol-gol indah di stadion-stadion Piala Dunia, masyarakat Kalimantan Selatan juga bersuka cita menyambut indahnya lantunan ayat suci Al-Qur’an di arena MTQ.

Keduanya sama-sama menghadirkan kebanggaan.

Namun MTQ menawarkan sesuatu yang lebih mendalam penguatan spiritual, pembentukan karakter, serta peneguhan nilai-nilai kehidupan yang akan terus tumbuh dari generasi ke generasi.

Karena itu, patutlah kita memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Barito Kuala beserta seluruh masyarakat yang telah menunjukkan kesiapan dan komitmen besar dalam menyukseskan perhelatan syiar Islam terbesar di Kalimantan Selatan ini.

Kesuksesan MTQ bukan hanya keberhasilan penyelenggaraan sebuah acara. Lebih dari itu, ia adalah keberhasilan merawat tradisi keagamaan, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menjaga identitas religius masyarakat Banua.

Semoga dari MTQN ke-37 ini lahir qari dan qariah terbaik yang kelak mampu mengharumkan nama Kalimantan Selatan di tingkat nasional maupun internasional.

Tetapi yang jauh lebih penting, semoga semakin banyak generasi muda yang menjadikan Al-Qur’an bukan sekadar bacaan, melainkan pedoman hidup.

Sebab di saat dunia terpukau oleh kemeriahan Piala Dunia, Kalimantan Selatan juga memiliki kebanggaannya sendiri bersama MTQ, yang menghadirkan keberkahan bagi umat, daerah, dan masa depan Banua.

Penulis adalah ASN tinggal di Balangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!