Momentum Memasyarakatkan Gateball di Kota Seribu Sungai

0
GATEBALL

Foto - Dok Media Center Banjarmasin.

Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj. Ananda, secara resmi membuka Kejuaraan Gateball Wali Kota Cup Tahun 2026 yang berlangsung di Lapangan Gateball PJN Banjarmasin, Jumat (12/06/2026).

Kejuaraan ini menjadi bagian dari rangkaian semarak peringatan Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin sekaligus upaya mendorong perkembangan olahraga gateball di Kota Seribu Sungai.

Mewakili Wali Kota Banjarmasin H. M. Yamin HR, Hj. Ananda menyampaikan apresiasi kepada Persatuan Gateball Seluruh Indonesia (Pergatsi) Kota Banjarmasin beserta seluruh panitia yang telah mempersiapkan dan menyelenggarakan kejuaraan dengan baik.

“Kami menyambut baik dan mengapresiasi Pergatsi Kota Banjarmasin serta seluruh panitia yang telah bekerja keras menyukseskan kejuaraan ini. Kegiatan ini menjadi bagian dari semarak peringatan 500 Tahun Kota Banjarmasin sekaligus wadah pembinaan atlet dan pengembangan olahraga prestasi di daerah,” ujarnya.

Menurut Ananda, olahraga memiliki peran penting dalam membentuk karakter masyarakat. Melalui olahraga, nilai-nilai sportivitas, disiplin, kerja sama tim, semangat juang, serta persatuan dapat terus ditanamkan kepada generasi muda maupun masyarakat luas.

Ananda berharap seluruh peserta dapat menampilkan kemampuan terbaiknya dengan tetap menjunjung tinggi nilai kejujuran dan rasa saling menghormati.

“Kemenangan memang menjadi tujuan setiap pertandingan. Namun yang lebih penting adalah persaudaraan, kebersamaan, dan semangat sportivitas yang tumbuh selama kompetisi berlangsung,” tuturnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan para wasit, official, dan panitia untuk menjalankan tugas secara profesional, objektif, dan adil agar seluruh pertandingan berlangsung lancar serta menjunjung tinggi prinsip fair play.

Mengenal Gateball

Kejuaraan ini juga menjadi momentum memperkenalkan olahraga gateball kepada masyarakat yang mungkin masih asing dengan cabang olahraga tersebut.

Gateball merupakan olahraga yang berasal dari Jepang dan dimainkan menggunakan tongkat (stick) untuk memukul bola melewati tiga gawang (gate) sebelum akhirnya mengenai tiang akhir (goal pole).

Sekilas olahraga ini mirip perpaduan antara golf, kroket, dan catur karena mengandalkan ketepatan pukulan, strategi, serta kerja sama tim.

Dalam satu pertandingan, dua tim yang masing-masing terdiri dari lima pemain akan berusaha mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya dalam waktu tertentu.

Tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, gateball juga menuntut konsentrasi, kecermatan membaca situasi lapangan, serta strategi yang matang.

Salah satu keunggulan gateball adalah dapat dimainkan oleh berbagai kelompok usia, mulai dari anak muda hingga lanjut usia. Karena minim kontak fisik dan lebih mengedepankan strategi, olahraga ini dikenal aman, inklusif, dan mampu mempererat interaksi sosial antar pemain.

Di berbagai daerah di Indonesia, gateball terus berkembang dan mulai banyak dipertandingkan dalam ajang olahraga tingkat daerah maupun nasional. Bahkan cabang olahraga ini telah menjadi bagian dari berbagai kompetisi resmi yang berada di bawah pembinaan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Membangun Prestasi Menuju 500 Tahun Banjarmasin

Pemerintah Kota Banjarmasin berharap Kejuaraan Gateball Wali Kota Cup 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi semata, tetapi juga sarana pembinaan atlet serta wahana memperluas popularitas olahraga gateball di tengah masyarakat.

Melalui kompetisi yang sehat dan berkelanjutan, diharapkan lahir atlet-atlet gateball berprestasi yang mampu mengharumkan nama Banjarmasin di tingkat provinsi maupun nasional.

Semangat kompetisi, persahabatan, dan kebersamaan yang tercipta dalam kejuaraan ini menjadi cerminan semangat Kota Banjarmasin yang terus bergerak maju menyongsong usia lima abad, dengan masyarakat yang sehat, aktif, dan berprestasi.(Ridzky Husna).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!