Australia Lirik Kerja Sama Strategis dengan Kalsel
Pertemuan antara Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, dengan Kepala Konsulat Jenderal Australia di Makassar, Todd Dias, Jumat (22/05/2026), di Banjarmasin.(Foto - Biro Adpim Kalsel)
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan membuka peluang kerja sama strategis dengan Australia di bidang pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, hingga pemanfaatan potensi edukasi lingkungan berbasis warisan geologi.
Peluang kolaborasi tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, dengan Kepala Konsulat Jenderal Australia di Makassar, Todd Dias, Jumat (22/05/2026), di Banjarmasin.
Pertemuan tidak hanya menjadi ajang penguatan hubungan bilateral di tingkat daerah, tetapi juga membahas sejumlah potensi kerja sama konkret yang dapat dikembangkan antara Australia dan Kalimantan Selatan.
Menurut Gubernur Muhidin, salah satu agenda yang ditawarkan ialah program pembekalan dan penguatan kapasitas bagi kepala daerah di Australia.
Selain itu, terdapat sejumlah peluang dukungan lain yang dinilai dapat menunjang pembangunan daerah.
“Ada beberapa program yang ditawarkan, termasuk pembekalan kepala daerah di Australia serta peluang kerja sama lain yang dapat mendukung kebutuhan daerah,” ujarnya.
Konsulat Jenderal Australia juga membuka peluang peningkatan akses pendidikan bagi masyarakat Kalimantan Selatan melalui program beasiswa ke Australia, khususnya untuk jenjang pascasarjana dan doktoral.
Todd Dias menyebut berbagai skema pendidikan yang tersedia diharapkan dapat memperkuat kualitas sumber daya manusia Kalimantan Selatan, sekaligus memperluas jejaring akademik internasional.
Selain pendidikan, pembahasan turut menyentuh potensi kerja sama berbasis lingkungan dan warisan geologi melalui pengembangan Geopark Meratus sebagai ruang edukasi internasional.
Kawasan yang telah diakui sebagai UNESCO Global Geopark itu dinilai memiliki potensi besar menjadi laboratorium pembelajaran alam bagi pelajar Australia, terutama dalam studi geologi, biodiversitas, dan kebudayaan lokal.
Geopark Meratus sendiri membentang seluas sekitar 3.645 kilometer persegi di Kalimantan Selatan dan dikenal memiliki formasi batuan ofiolit purba, keanekaragaman hayati, serta kekayaan budaya masyarakat Banjar dan Dayak.
Bagi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, penjajakan ini membuka peluang baru untuk memperkuat diplomasi daerah melalui pendidikan, pengembangan kapasitas aparatur, serta promosi kekayaan alam dan budaya lokal ke tingkat global.(Olpah Sari).
