KDMP Jadi Poros Baru Ekonomi Desa
Foto Ilustrasi - Dok Economic Travelling.Com.
Pemerintah Kabupaten Barito Kuala mendorong percepatan transformasi ekonomi desa melalui penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP/KKMP) sebagai poros baru tata kelola distribusi kebutuhan masyarakat di tingkat akar rumput.
Langkah ini menjadi bagian dari konsolidasi lintas sektor yang melibatkan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Kopperindag), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), serta dukungan pendampingan lapangan oleh unsur TNI di wilayah Barito Kuala.
Bupati Barito Kuala, H. Bahrul Ilmi, menegaskan bahwa perubahan skema distribusi ekonomi desa merupakan hasil tindak lanjut dari rapat koordinasi teknis bersama PT Agrinas di Jakarta.
Dalam skema baru ini, sistem penyaluran komoditas pertanian, khususnya pupuk dan kebutuhan dasar petani, tidak lagi tersebar melalui berbagai lembaga seperti Gapoktan atau KUD, melainkan dipusatkan melalui KDMP di setiap desa.
“Tidak boleh lagi ada masyarakat yang bingung mencari pupuk. Semua sudah harus jelas titik aksesnya di Koperasi Merah Putih desa masing-masing. KDMP harus menjadi pusat layanan ekonomi yang mudah, cepat, dan pasti,” tegas Bupati H. Bahrul Ilmi saat meresmikan operasional KDMP, Sabtu (16/05/2026) di Barambai, Barito Kuala.
Penguatan sistem ini juga diikuti dengan model pengawasan berbasis data digital yang melibatkan Babinsa di lapangan.
Aparat TNI tersebut ditugaskan memantau indikator perkembangan KDMP secara rutin setiap pagi dan sore hari, dengan klasifikasi pemantauan berbasis status warna merah, kuning, dan hijau yang kemudian dilaporkan ke pusat kendali nasional sebagai bagian dari sistem monitoring terpadu.
Program KDMP sendiri merupakan bagian dari peluncuran nasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang diresmikan secara virtual oleh Presiden RI Prabowo Subianto.
Dalam arahannya, Presiden menyebut program ini sebagai tonggak baru dalam penguatan ekonomi berbasis desa yang ditopang infrastruktur lengkap, mulai dari gerai layanan, gudang logistik, sistem digital terintegrasi, hingga armada distribusi.
Di Kabupaten Barito Kuala, implementasi program menunjukkan progres yang signifikan.
Berdasarkan data Satgas KDKMP daerah, tercatat 24 unit gerai fisik saat ini tengah dalam tahap pembangunan aktif di bawah pengawasan Kodim 1005/Batola.
Dari jumlah tersebut, tiga gerai percontohan telah rampung 100 persen, yakni KDMP Kolam Kiri, KDMP Jelapat 1, dan KDMP Kolam Makmur, yang kini menjadi model awal operasionalisasi koperasi desa di wilayah tersebut.(Olpah Sari).
