Yoni Setiawan Sulap Sampah Plastik Jadi Rupiah
Yoni Setiawan, Mahasiswa STIE Pancasetia Banjarmasin dengan karyanya hiasan dinding berbahan dasar limbah plastik. (Foto - Dok Pribadi).
Di tengah meningkatnya persoalan sampah plastik yang menjadi tantangan lingkungan, seorang mahasiswa di Banjarmasin justru melihat peluang dari sesuatu yang kerap dianggap tak bernilai.
Adalah Yoni Setiawan, mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pancasetia Banjarmasin, yang berhasil menyulap limbah plastik rumah tangga menjadi karya kreatif bernilai ekonomi.
Berbekal kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan, Yoni mengolah berbagai limbah plastik seperti tutup botol, botol plastik bekas, hingga kemasan rumah tangga menjadi hiasan dinding dekoratif yang artistik dan menarik.
Di tangannya, tumpukan sampah yang sebelumnya dipandang sebelah mata berubah menjadi produk kreatif yang memiliki fungsi estetika sekaligus potensi bisnis.
Tak sekadar menjadi pajangan biasa, karya-karya tersebut dirancang dengan sentuhan seni yang rapi dan detail, hingga tampak seperti hasil karya seniman profesional.
Menariknya, semua itu dilakukan Yoni meski dirinya tidak berasal dari latar belakang pendidikan seni.
Bagi Yoni, aktivitas ini bukan hanya soal kreativitas, melainkan bagian dari kontribusinya dalam mendukung upaya pengurangan sampah plastik sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan limbah.
“Awalnya kami kumpulkan dulu untuk dipajang. Ke depan akan kami tampilkan di berbagai event pameran dan bazar,” ujar Yoni di sela libur perkuliahan hari besar keagamaan.
Menurutnya, sampah plastik sebenarnya masih memiliki nilai manfaat apabila diolah dengan pendekatan kreatif.
Alih-alih berakhir di tempat pembuangan, limbah tersebut dapat disulap menjadi produk yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga memiliki nilai jual.
Tak berhenti pada proses produksi karya, Yoni juga aktif melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan sampah plastik.
Ia mengaku rutin berkeliling kampung, sekolah, kampus tempat ia menempa ilmu, untuk berbagi pengetahuan tentang pengolahan limbah menjadi produk kreatif bernilai ekonomi.
“Saya kampung, sekolah dan kampus memberikan edukasi pemanfaatan sampah plastik menjadi karya kreatif,,” katanya.
Apa yang dilakukan Yoni menunjukkan bahwa persoalan sampah tidak selalu harus dipandang sebagai beban lingkungan. Dengan inovasi dan kreativitas, limbah justru dapat menjadi sumber peluang ekonomi baru.
Di tengah tumbuhnya tren ekonomi kreatif dan gaya hidup ramah lingkungan, karya-karya berbahan limbah seperti yang dibuat Yoni memiliki potensi pasar tersendiri.
Selain dapat dijadikan dekorasi rumah, produk tersebut juga berpeluang menjadi suvenir kreatif hingga produk unggulan dalam pameran UMKM dan bazar ekonomi kreatif.
Bagi Yoni, langkah kecil mengubah sampah menjadi karya adalah cara sederhana untuk menghadirkan dampak yang lebih besar yakni menjaga lingkungan tetap bersih, membangun kesadaran masyarakat, dan membuka peluang penghasilan dari sesuatu yang selama ini dianggap tidak berharga.
Sebab di tangan yang kreatif, sampah plastik ternyata tak sekadar limbah,melainkan bisa berubah menjadi karya, bahkan mendatangkan rupiah.(M.Irfani).
