Sistia Raisanty Resmi Pimpin Womenpreneur HIPMI Kalsel

0
SISTIA OKE

Misi Besar UMKM Perempuan Naik Kelas

Kepemimpinan baru lahir di tubuh Womenpreneur HIPMI Kalimantan Selatan.

Sistia Raisanty resmi dipercaya menakhodai Badan Semi Otonom (Basnom) Womenpreneur BPD HIPMI Kalimantan Selatan periode 2026–2028.

Bersama tim ia pun membawa agenda besar, memperkuat perempuan pelaku usaha agar mampu bertumbuh, berdaya saing, dan naik kelas di tengah dinamika ekonomi yang semakin kompetitif.

Sistia sendiri dilantik dalam acara khusun yang berlangsung di Hotel Grand Maya by Artotel, Banjarbaru, Jumat (16/05/2026).Momen ini bukan menjadi lebih dari sekadar pergantian kepengurusan.

Momentum ini menandai dimulainya penguatan ekosistem kewirausahaan perempuan di Kalimantan Selatan, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi keluarga dan daerah.

Kehadiran Sistia Raisanty di pucuk kepemimpinan Womenpreneur HIPMI Kalsel dinilai membawa harapan baru bagi perempuan pengusaha.

 

Setidaknya perempuan cantik yang dikenal sebagai sosok Master Trainer Public Speaking, CEO AS Academy, sekaligus figur yang aktif dalam pengembangan kapasitas sumber daya manusia, datang dengan visi menjadikan Womenpreneur HIPMI sebagai ruang tumbuh bersama bagi perempuan pelaku usaha.

Bukan tanpa alasan. Secara nasional, kontribusi perempuan terhadap sektor UMKM memang sangat besar. Data Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan sekitar 64,5% pelaku UMKM di Indonesia merupakan perempuan, menjadikan perempuan sebagai aktor dominan dalam penggerak ekonomi akar rumput.

Di sisi lain, UMKM sendiri menyumbang sekitar 61% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, sekaligus menjadi penopang utama penciptaan lapangan kerja di Indonesia.

Besarnya potensi tersebut, menurut Sistia, harus diimbangi dengan penguatan kapasitas, akses pasar, literasi bisnis, hingga transformasi digital agar pelaku usaha perempuan tidak hanya bertahan, tetapi berkembang lebih besar.

“Womenpreneur HIPMI bukan hanya tentang membangun bisnis, tetapi juga membangun perempuan yang percaya diri, mandiri, visioner, dan mampu menciptakan dampak. Kami ingin menghadirkan ruang kolaborasi yang saling menguatkan agar perempuan pengusaha di Kalimantan Selatan dapat naik kelas,” ujar Sistia.

Di bawah kepemimpinannya, Womenpreneur HIPMI Kalsel akan diarahkan tidak hanya sebagai komunitas bisnis, tetapi menjadi ekosistem pemberdayaan perempuan berbasis kolaborasi, inovasi, dan penguatan kapasitas usaha.

Bagi Sistia, istilah naik kelas bukan sekadar jargon. Ada visi besar yang ingin diwujudkan bagaimana perempuan pelaku UMKM mampu berkembang dari usaha skala mikro menuju usaha yang lebih mapan, profesional, dan berkelanjutan.

Sedikitnya terdapat beberapa fokus utama yang menjadi arah gerak Womenpreneur HIPMI Kalsel ke depan menurutnya.

Pertama, penguatan kapasitas SDM perempuan pelaku usaha.
Melalui pelatihan kepemimpinan, public speaking, branding, literasi bisnis, hingga penguatan mental kewirausahaan, perempuan didorong lebih percaya diri dalam membangun usaha.

Kedua, mendorong UMKM perempuan masuk ekosistem digital.
Digitalisasi menjadi tantangan sekaligus peluang besar. Pemerintah mencatat sebagian besar UMKM perempuan masih menghadapi hambatan dalam pemanfaatan teknologi untuk pemasaran, pengelolaan keuangan, dan perluasan pasar digital.

Ketiga, memperluas akses jejaring bisnis dan kolaborasi.
Womenpreneur HIPMI diharapkan menjadi jembatan antara pelaku usaha perempuan dengan investor, perbankan, pasar nasional, hingga peluang kemitraan lintas sektor.

Keempat, memperkuat akses pembiayaan usaha.
Salah satu tantangan klasik UMKM perempuan adalah keterbatasan modal dan akses perbankan. Karena itu, Womenpreneur HIPMI Kalsel ingin hadir sebagai ruang advokasi dan pendampingan agar pelaku usaha lebih mudah mengakses pembiayaan produktif.

 

“Kami percaya perempuan bukan hanya mampu menjadi pelaku usaha, tetapi juga penggerak perubahan. Womenpreneur HIPMI hadir untuk memperkuat kapasitas perempuan agar lebih percaya diri, adaptif, inovatif, dan mampu bersaing di tengah perkembangan dunia usaha yang semakin dinamis,” tambah Sistia.

Lebih dari Organisasi, Ini Gerakan Ekonomi Perempuan

Pelantikan kepengurusan baru ini juga menjadi refleksi bahwa penguatan ekonomi perempuan kini semakin mendapat perhatian luas.

Pemerintah pusat pun terus mendorong kewirausahaan perempuan sebagai bagian dari strategi memperkuat ekonomi nasional dan mempercepat transformasi UMKM berbasis inovasi dan digitalisasi.

Bagi Sistia Raisanty, kepemimpinan di Womenpreneur HIPMI Kalsel bukan semata jabatan organisasi, melainkan amanah untuk menciptakan dampak nyata.

Targetnya jelas  melahirkan lebih banyak perempuan pengusaha yang tidak hanya bertahan menjalankan usaha, tetapi mampu menciptakan bisnis yang lebih profesional, membuka lapangan kerja, memperluas pasar, dan menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya.

“Perempuan harus berani bermimpi besar, membangun usaha yang berdampak, dan saling mendukung agar dapat tumbuh bersama dalam ekosistem yang sehat dan kuat,” pungkasnya.(Olpah Sari).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!