Sistia Raisanty di Garda Depan Pemberdayaan Perempuan Banua

0
SISTIA

Dari Dunia Televisi ke Nahkoda HIPMI Womenpreneur Kalsel

Dunia layar kaca telah lama mengenal sosok Sistia Raisanty. Pembawaannya yang komunikatif, kemampuan berbicara di depan publik yang kuat, serta jam terbang sebagai anchor televisi membuat perempuan muda Banua ini tampil menonjol di industri media. Namun, kiprahnya kini melampaui studio televisi.

Perempuan yang dikenal moncer sebagai presenter dan anchor di industri penyiaran itu kini dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Umum HIPMI Womenpreneur Kalimantan Selatan.

Sebuah posisi strategis yang tak hanya menuntut kapasitas kepemimpinan, tetapi juga visi besar dalam mendorong lahirnya perempuan-perempuan pengusaha tangguh di Banua.

Kepercayaan tersebut bukan tanpa alasan. Sistia dinilai memiliki kombinasi langka antara kompetensi komunikasi, jejaring profesional, sensitivitas sosial, serta kepedulian terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia perempuan.

 

Sistia Raisanty, Trainer dan CEO AS Academy (Pusat Pelatihan Public Speaking dan Sertifikasi Profesi).

Di tengah tantangan ekonomi yang terus berubah, sosok seperti dirinya dianggap mampu menghadirkan energi baru dalam tubuh organisasi.

HIPMI Womenpreneur sendiri merupakan badan otonom di bawah naungan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) yang memiliki mandat penting menjadi wadah pengusaha perempuan muda untuk berkembang sekaligus mendorong pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan.

Organisasi ini juga memiliki misi besar meningkatkan kualitas perempuan pengusaha Indonesia agar mampu bersaing, mandiri, dan berdampak bagi lingkungan sekitar.

Bagi mereka yang mengenal Sistia, sosoknya tak sekadar tampil elegan di depan kamera. Ia dikenal humble, pekerja keras, dan memiliki empati besar terhadap isu-isu perempuan di Kalimantan Selatan.

Di balik kesibukannya sebagai presenter TVRI Kalimantan Selatan, tersimpan kegelisahan yang sama bagaimana perempuan Banua bisa naik kelas melalui pendidikan, pelatihan, dan peningkatan kapasitas diri.

Tak sedikit perempuan muda yang merasakan sentuhan pemberdayaan dari berbagai kegiatan yang diinisiasinya.

Lewat pelatihan berbasis kompetensi, kelas pengembangan diri, hingga ruang-ruang pembelajaran kreatif, Sistia konsisten membuka peluang bagi perempuan muda untuk berani tampil, meningkatkan kemampuan, dan menemukan potensi terbaik mereka.

“Pemberdayaan perempuan di daerah sangat penting karena perempuan merupakan pilar utama penggerak ekonomi keluarga dan agen perubahan sosial. Memberdayakan mereka berarti meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga, menurunkan angka kemiskinan, dan memastikan kualitas hidup generasi mendatang yang lebih baik,” ujar Sistia.

Pandangan itu pula yang menjadi alasan mengapa ia menerima tawaran bergabung di HIPMI. Bagi Sistia, organisasi bukan sekadar ruang berkumpul, tetapi medium strategis untuk menghadirkan perubahan nyata.

Ia melihat HIPMI Womenpreneur sebagai kendaraan penting untuk melahirkan perempuan-perempuan terbaik di bidangnya, mulai dari pelaku UMKM, profesional muda, hingga calon entrepreneur masa depan.

Karena itu, ketika amanah kepemimpinan diberikan kepadanya, Sistia memilih menjalaninya dengan kesungguhan.

 

 

 

Baginya, posisi Ketua Umum bukan sekadar jabatan, melainkan ruang pengabdian untuk menciptakan ekosistem perempuan pengusaha yang tumbuh bersama, saling menguatkan, dan memiliki daya saing.

Sejalan dengan visi HIPMI Womenpreneur sebagai wadah perempuan pengusaha untuk berkembang, berdampak, dan berdaya, Sistia ingin memastikan organisasi ini mampu melahirkan lebih banyak perempuan pengusaha visioner dari Kalimantan Selatan.

Perempuan-perempuan yang tak hanya sukses secara ekonomi, tetapi juga mampu menjadi inspirasi bagi lingkungan sekitarnya.

Di tengah derasnya arus perubahan zaman, kepemimpinan perempuan semakin mendapat tempat.

Dan di Kalimantan Selatan, nama Sistia Raisanty perlahan menjelma menjadi salah satu representasi optimisme itu,bahwa perempuan Banua tak hanya mampu berbicara di ruang publik, tetapi juga hadir sebagai motor penggerak ekonomi dan perubahan sosial.(Olpah Sari).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!