Transformasi Besar BPD Kalsel Menjadi Bank Kalsel
Nama Bank Kalsel kini semakin akrab di tengah masyarakat Kalimantan Selatan. Namun tidak sedikit pula yang masih mengenalnya dengan sebutan lama BPD Kalsel.
Keduanya sejatinya merujuk pada lembaga yang sama, yakni Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan, bank milik pemerintah daerah yang selama puluhan tahun menjadi salah satu penggerak ekonomi Banua.
Transformasi penting terjadi pada 8 Februari 2020. Saat itu, status badan hukum PD Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan resmi berubah menjadi PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan (Perseroda) atau yang kini dikenal luas dengan brand “Bank Kalsel”.
Perubahan tersebut bukan sekadar pergantian nama dan identitas korporasi. Di balik transformasi itu, tersimpan langkah besar modernisasi perbankan daerah agar mampu bersaing di era industri keuangan yang semakin kompetitif dan digital.
Dengan perubahan menjadi Perseroda, Bank Kalsel memperoleh penguatan struktur bisnis dan tata kelola perusahaan.
Modal dasar perusahaan juga meningkat menjadi Rp5 triliun, memberikan ruang lebih luas bagi perseroan untuk memperbesar kapasitas pembiayaan, memperkuat ekspansi layanan, serta meningkatkan daya saing di sektor jasa keuangan regional maupun nasional.

Transformasi Menuju Bank Daerah Modern
Perjalanan Bank Kalsel mencerminkan perubahan wajah bank pembangunan daerah di Indonesia. Jika dahulu BPD identik sebagai bank konvensional daerah dengan layanan terbatas, kini Bank Kalsel tumbuh menjadi institusi keuangan modern yang agresif melakukan transformasi digital dan penguatan bisnis.
Dalam beberapa tahun terakhir, kinerja Bank Kalsel terus menunjukkan tren positif. Pertumbuhan aset, penyaluran kredit, dan penghimpunan dana masyarakat mengalami peningkatan secara bertahap.
Bank Kalsel juga aktif memperluas pembiayaan sektor produktif, khususnya UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi Kalimantan Selatan.
Tak hanya itu, transformasi digital menjadi salah satu fokus utama perseroan. Berbagai layanan elektronik terus dikembangkan, mulai dari mobile banking, QRIS, layanan transaksi digital, hingga penguatan sistem pembayaran daerah berbasis elektronik.
Bank Kalsel juga berperan penting dalam mendukung program pemerintah daerah, termasuk penyaluran kredit produktif, penguatan transaksi non tunai pemerintah, hingga mendukung percepatan inklusi dan literasi keuangan masyarakat.

Konsisten Mencatatkan Kinerja Positif
Di tengah dinamika ekonomi nasional dan tantangan industri perbankan, Bank Kalsel mampu menjaga stabilitas bisnisnya. Rasio keuangan perusahaan tetap terjaga sehat, sementara fungsi intermediasi terus berjalan melalui penyaluran kredit ke berbagai sektor usaha.
Konsistensi kinerja tersebut juga tercermin dari meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Bank Kalsel. Dana pihak ketiga terus tumbuh, jaringan layanan semakin luas, dan eksistensi bank daerah ini semakin kuat di tengah persaingan industri keuangan nasional.
Bank Kalsel bahkan mulai dipandang bukan sekadar bank daerah, tetapi sebagai simbol transformasi ekonomi Banua.
Kehadirannya tidak hanya menjadi lembaga keuangan, melainkan bagian penting dari pembangunan daerah dan penguatan ekonomi masyarakat Kalimantan Selatan.
Perubahan dari BPD Kalsel menjadi Bank Kalsel menjadi tonggak penting perjalanan perusahaan menuju bank daerah yang modern, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Dengan penguatan modal, tata kelola yang lebih profesional, serta transformasi digital yang terus berjalan, Bank Kalsel kini menatap masa depan dengan optimisme baru.
Di tengah persaingan industri perbankan yang semakin ketat, Bank Kalsel berupaya mempertahankan identitasnya sebagai bank kebanggaan masyarakat Banua tumbuh bersama daerah, menopang pembangunan, dan terus bergerak menjadi bank regional yang kuat dan terpercaya.(M.Irfani).
