Kodam Kalsel Tetap Bernama Lambung Mangkurat
Pangdam Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, S.A.P., M.Sc dan Danrem 101 Antasari Brigjen TNI Ilham Yunus, S.Sos., M.Si, dan Ketua PWI Kalsel Zaenal Helmi, serta Pimpinan Umum Economic Travellling.Com, Olpah Sari jalan sehat bersama menyusuri kawasan Siring Sudirman dan Tendean Banjarmasin dalam rangka "Gerak Bersama Pangdam XXII/Tambun Bungai". (Foto - Olpah Sari).
Rencana pembentukan Komando Daerah Militer (Kodam) baru di Kalimantan Selatan (Kalsel) terus dimatangkan.
Dalam proses tersebut, nama Kodam Lambung Mangkurat dipastikan tetap akan digunakan sebagai identitas satuan, sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan jati diri daerah.
Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, S.A.P., M.Sc menyampaikan penggunaan kembali nama Lambung Mangkurat bukan tanpa alasan.
Secara historis, Kodam di Kalimantan Selatan telah lebih dulu berdiri sebelum pemekaran wilayah komando di Kalimantan Tengah.
“Kita tidak boleh melupakan sejarah. Kodam Lambung Mangkurat memiliki nilai perjuangan dan menjadi bagian penting dari identitas Kalimantan Selatan,” ujarnya dalam kegiatan silaturahmi bersama insan pers di Banjarmasin, Selasa (05/05/2026).

Ia menjelaskan, pembentukan Kodam baru ini merupakan bagian dari rencana strategis TNI Angkatan Darat untuk memperkuat sistem pertahanan sekaligus mendukung percepatan pembangunan di daerah.
“Ke depan, setiap provinsi ditargetkan memiliki Kodam sendiri agar koordinasi wilayah semakin efektif,” jeasnya.
Saat ini, persiapan pembangunan Markas Kodam (Makodam) di Kalimantan Selatan telah memasuki tahap koordinasi dengan pemerintah daerah.
Penentuan lokasi hingga skema pendanaan tengah dibahas bersama, dengan rencana pembiayaan dilakukan secara kolaboratif antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertahanan.
Selain aspek pertahanan, keberadaan Kodam baru juga diharapkan dapat mendorong pembangunan infrastruktur dan peningkatan konektivitas wilayah, terutama di daerah-daerah terpencil.
TNI, dalam hal ini, turut berperan sebagai fasilitator dalam berbagai program pembangunan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pangdam juga menekankan pentingnya sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, termasuk insan pers, dalam mengawal berbagai program nasional agar berjalan optimal.
Dengan tetap digunakannya nama Lambung Mangkurat, diharapkan nilai historis dan semangat perjuangan daerah tetap terjaga, sekaligus memperkuat identitas Kalimantan Selatan dalam struktur pertahanan nasional.(Olpah Sari).
