Modal Jamkrida Kalsel Naik, Syariah Meluas
Foto - Dok Economic Travelling.Com.
PT Jamkrida Kalsel memperkuat struktur permodalannya melalui penambahan modal sebesar Rp7,04 miliar yang disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025 dan RUPS Luar Biasa 2026.
Kebijakan ini ditempuh untuk mendorong ekspansi unit usaha syariah sekaligus memperluas kapasitas penjaminan kredit di daerah.
Keputusan tersebut berasal dari penerbitan saham portepel sebanyak 704 lembar dengan nilai nominal Rp10 juta per saham.
Tambahan modal ini akan difokuskan untuk mendukung pengembangan layanan berbasis syariah yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan signifikan seiring meningkatnya kebutuhan pembiayaan di Kalimantan Selatan.
Direktur Utama Muhammad Fauzan Noor menyatakan, penguatan permodalan merupakan langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan bisnis sekaligus memperluas jangkauan layanan perusahaan.
“Permodalan yang kuat akan meningkatkan kapasitas penjaminan kami. Ini penting untuk menjawab kebutuhan pelaku usaha, khususnya pada sektor produktif,” ujarnya kepada awak media di Banjarmasin, Senin (04/05/2026).

Selain penambahan modal, RUPS juga menyetujui penerbitan saham dalam simpanan sebanyak 4.800 lembar saham dengan nilai nominal Rp10 juta per saham.
Dana dari skema ini akan ditempatkan pada instrumen investasi berisiko rendah sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas keuangan perusahaan.
“Investasi yang kami lakukan difokuskan pada instrumen berisiko rendah, seperti reksa dana, deposito, dan obligasi pemerintah. Jenis investasi ini bersifat non-spekulatif,” kata Fauzan.
Ia menegaskan, langkah ekspansi yang dilakukan perusahaan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan risiko.
Menurutnya, keseimbangan antara pertumbuhan dan stabilitas keuangan menjadi kunci dalam menjaga kinerja perusahaan di tengah dinamika ekonomi.
“Kami menjaga keseimbangan antara ekspansi dan manajemen risiko. Pertumbuhan tetap penting, tetapi stabilitas keuangan harus dijaga,” ujarnya.
Dari sisi kinerja, perusahaan mencatat capaian tahun buku 2025 berada dalam kondisi stabil.
Persetujuan laporan keuangan oleh pemegang saham dalam RUPS menjadi indikator bahwa perusahaan memiliki fondasi yang kuat untuk melanjutkan ekspansi usaha.
Dalam RUPS tersebut, tidak terdapat agenda perubahan susunan komisaris maupun direksi.
RUPS Luar Biasa difokuskan pada pengambilan keputusan strategis di luar agenda rutin, terutama terkait penguatan permodalan dan arah pengembangan bisnis.
Dengan langkah ini, PT Jamkrida Kalsel diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam mendukung akses pembiayaan, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Penguatan sektor syariah dan strategi investasi yang prudent menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga pertumbuhan berkelanjutan sekaligus meningkatkan daya saing di sektor penjaminan kredit daerah.(Olpah Sari).
