MARKISSA, Inspirasi Anak Muda di Sun FM
Yoni Setiawan mengenakan jaket almamater merah bersama Dosen STIE Pancasetia, Muhammad Risanta saat On Air Dalam Talk Show Program Anak Muda,bersama Host Tasya di SUN FM Banjarmasin. (Foto - Olpah Sari).
Dari Sampah Menjadi Sedekah dan Keberkahan
Semangat anak muda untuk membawa perubahan positif kembali hadir lewat program inspiratif di Sun FM Banjarmasin.
Dalam Talk Show Program Anak Muda, Selasa (28/04/2026), Yoni Setiawan memperkenalkan gerakan sosial lingkungan bernama MARKISSA (Mari Kita Sedekah Sampah).
Menurut Yoni, gerakan ini bukan sekadar soal pengelolaan sampah, melainkan membangun kesadaran bersama agar masyarakat semakin peduli terhadap lingkungan dan sesama.
“Nilai utama yang kami tanamkan adalah peduli lingkungan dan peduli sesama. Dari sampah, kita belajar berbagi. Dari sesuatu yang dianggap tidak berguna, justru lahir keberkahan,” ujarnya.
Dalam siaran yang dipandu host muda dan cantik, Tasya, pria energik ini menjelaskan MARKISSA merupakan inisiatif sederhana namun memiliki makna besar.
Sampah-sampah rumah tangga yang terkumpul tidak lagi berakhir di Tempat Pembuangan Sementara (TPS), tetapi diolah menjadi sumber manfaat sosial.
Program ini pertama kali dikolaborasikan bersama Bank Sampah Sumber Rejeki di kawasan Kelurahan Syamsudin Noor, Banjarbaru. Antusiasme warga pun sangat tinggi.
Semakin banyak masyarakat yang ingin terlibat, bukan hanya sebagai penyumbang sampah, tetapi juga ikut dalam proses pengelolaan.
“Cara kerjanya sederhana. Kami jemput sedekah sampah setiap minggu pagi. Setelah itu dipilah dan dibersihkan. Nilainya jadi lebih tinggi. Dari situ, selain untuk sedekah, juga membuka peluang kerja bagi warga yang membantu memilah sampah,” tutur Yoni, mahasiswa STIE Pancasetia.

Yang menarik, seluruh hasil pengelolaan sampah tersebut disalurkan sepenuhnya untuk kepentingan sosial.
Para pengelola, termasuk pihak RT, tidak mengambil keuntungan sedikit pun. Seluruh biaya operasional ditopang secara swadaya.
“Kami tidak mengambil satu rupiah pun. Semua untuk warga. Kami percaya, kalau membantu dengan ikhlas, rezeki akan datang dari jalan lain yang lebih besar,” katanya.
Lebih dari sekadar program lingkungan, MARKISSA kini menjelma menjadi gerakan sosial yang menyatukan kepedulian terhadap bumi dan manusia.
Di tengah persoalan sampah yang semakin kompleks, gerakan ini menghadirkan solusi sederhana: dimulai dari rumah, dari kebiasaan kecil, dan dari niat untuk berbagi.
Yoni berharap langkah kecil ini tidak berhenti di satu lingkungan saja. Ia ingin MARKISSA berkembang lebih luas, menjangkau seluruh wilayah Banjarbaru, Banjarmasin hingga kota-kota lainnya di Kalsel.
“Kami tidak muluk-muluk. Cukup dari lingkungan kecil ini, kami ingin terus menebar manfaat. Kalau hari ini sampah bisa jadi berkah untuk satu orang, kami yakin ke depan bisa menjangkau lebih banyak lagi yang membutuhkan,” harapnya.

Kini, program MARKISSA juga mulai diterapkan di lingkungan kampus. Yoni mengajak rekan-rekan mahasiswa untuk bersedekah sampah, khususnya botol plastik, agar tidak lagi dibuang sia-sia.
Gerakan ini mendapat sambutan positif dari manajemen kampus dan mulai digelorakan dari kampus di Banjarmasin hingga Banjarbaru.
“Alhamdulillah Kampus STIE Pancasetia melalui Ibu Melania dkk menyambut baik program MARKISSA di kampus dan gerakan ini kami lakukan dengan melibatkan kawan-kawan mahasiswa di kampus,” ucapnya berterimakasih dengan Kampus STIE Pancasetia.
Langkah Yoni Setiawan yang menginspirasi diapresiasi langsung Subhan Wibisono, Station Manager SUN FM Banjarmasin. Langkah Yoni sendiri memberikan ruang perubahan perilaku yang dilakukan secara sederhana tanpa terkesan harus menyuruh.
“Kami apresiasi banget apa yang dilakukan Mas Yoni ini.Bayangkan di tengah persoalan sampah di kota-kota besar, tumbuh gerakan yang menginspirasi anak-anak muda untuk menjaga kotanya dan kampus dari sampah lewat Program MARKISSA,” ucapnya saaat berdiskusi ringan dengan Yoni di studionya. (Olpah Sari).
