Jejak Busa dari Landasan Ulin

0
BIGFAST UTAMA

Foto Ilustrasi - Irwaningsih (Ani) bersama Jurnalis Banjarbaru dan Wali Kota Banjarbaru Lisa Halaby. (Foto - Olpah Sari).

Dari Dapur Sederhana, Big Fast Menyusun Harapan untuk Banjarbaru dan Indonesia

Pagi di Landasan Ulin Barat, Banjarbaru, Kalimantan Selatan selalu datang dengan tenang. Cahaya matahari menimpa halaman rumah-rumah warga, menembus dedaunan, dan jatuh perlahan di sebuah bangunan sederhana yang kini menjadi saksi lahirnya harapan baru.

Di rumah yang dulunya sederhana itu, aroma sabun segar bercampur semangat kerja memenuhi udara. Tangan-tangan tekun bergerak, botol-botol ditata rapi, dan suara percakapan kecil menjadi musik keseharian.

Di tempat itu, sebuah mimpi tumbuh. Namanya Big Fast.

Usaha rumahan asal Banjarbaru ini bukan sekadar produsen sabun cuci piring, sabun cuci tangan, atau cairan pembersih lantai. Ini adalah kisah tentang keberanian seorang perempuan bernama Irwaningsih, yang akrab disapa Ani, menantang kerasnya keadaan ketika pandemi melanda negeri pada Juni 2020.

Saat banyak pintu tertutup dan usaha kuliner bangkrut, Ani justru membuka jalan baru. Ketika banyak orang gamang menatap masa depan, ia memilih menyalakan lilin kecil di dapurnya sendiri.

 

Dari ruang sederhana, dengan alat seadanya, ia mulai meracik sabun cair, yang kelak akan mengubah jalan hidupnya. Tentu langkah itu bukan hanya untuk bertahan hidup, tetapi untuk memberi arti bagi hidup orang lain.

Pandemi memang telah mengajarkan satu hal kebersihan menjadi kebutuhan utama. Ani menangkap kebutuhan itu dengan jeli. Namun lebih dari sekadar membaca peluang, ia menanamkan kualitas pada setiap tetes produk yang dibuatnya.

Karena tekad perempuan muda dan tangguh ini adalah ingin sabun lokal Banjarbaru mampu berdiri sejajar dengan merek besar pabrikan.

Dan waktu membuktikan, tekad perempuan itu tidak sia-sia. Big Fast berkembang perlahan namun pasti. Dari hitungan botol yang sedikit, kini produksinya mencapai ratusan botol per hari, ribuan botol setiap bulan.

Produk-produknya hadir di rumah tangga, warung, restoran, hingga pusat perbelanjaan. Busa yang lahir dari Landasan Ulin mulai menjelajah lebih jauh dari halaman rumah produksinya.

Namun keberhasilan Big Fast bukan hanya tentang angka penjualan. Ada kisah manusia di balik setiap botol yang tersegel rapi.

Ani membuka pintu usahanya bagi ibu rumah tangga yang ingin membantu ekonomi keluarga. Ia juga merangkul penyandang disabilitas, memberi ruang kerja, penghargaan, dan kesempatan yang sering kali luput diberikan masyarakat.

“Setidaknya secercah bahagia dan rejeki itu harus kita bagi untuk kebahagiaan orang di sekitar usaha. Alhamdulillah mereka juga mendukung keberadaan Big Fast bisa tumbuh saat ini,” tutur Ani saat berbincang hangat dengan Wali Kota Banjarbaru, Lisa Halaby, Senin (27/04/2024).

Setiap hari, mereka bekerja dengan senyum sederhana. Menakar cairan, memasang label, menutup botol, menata dus-dus kiriman. Dari tangan mereka, Big Fast tumbuh menjadi usaha yang bukan hanya menghasilkan produk, tetapi juga memberdayakan manusia.

Tahun 2026 menjadi tonggak penting perjalanan itu. Rumah Produksi UMKM Big Fast resmi diresmikan Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby.

Bangunan itu mungkin tampak sederhana, tetapi maknanya jauh lebih besar dari dinding dan atapnya. Ia adalah monumen kecil bagi kerja keras yang tak pernah berhenti.

Wali Kota Lisa Halaby menyebut rumah produksi ini sebagai simbol kebangkitan ekonomi masyarakat. Sebuah kalimat yang terasa tepat.

Sebab memang di sanalah bukti bahwa ekonomi kerakyatan tidak lahir dari gedung mewah, melainkan dari tekad, ketekunan, dan keberanian memulai dari nol.

“Pemerintah Kota Banjarbaru pun berkomitmen mendorong penggunaan produk lokal, termasuk di lingkungan perkantoran. Dukungan itu menjadi angin segar bagi para pelaku UMKM yang selama ini berjuang dalam diam,” kata Lisa Halaby.

Meski mulai merambah sukses, Ani tetaplah sosok perempuan sederhana dan bersahaja. Ia pun masih menjadi UMKM sabun cuci piring yang menomorsatukan kebersamaan bersama timnya.

Ia memahami bahwa perjalanan belum selesai. Persaingan usaha semakin ketat, tuntutan kualitas semakin tinggi, dan pasar nasional menanti dengan tantangan besar.

Sebab sesungguhnya, kisah Big Fast bukan hanya tentang sabun.

Ini adalah cerita tentang harapan yang diracik dengan ketulusan, dibotolkan dengan kerja keras, lalu dikirim ke masa depan.(Olpah Sari).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!