UMARA Bukan Sekadar Kredit, Ini Cara Cerdas Hidupkan UMKM
Program UMARA (Usaha Mikro Maju Sejahtera) yang diluncurkan Pemerintah Kota Banjarmasin bersama Bank Kalsel patut dibaca sebagai langkah strategis, bukan sekadar program pinjaman biasa.
Di tengah banyaknya pelaku UMKM yang tersendat karena minim modal, UMARA hadir membawa pendekatan baru, sebuah pembiayaan murah, mudah diakses, dan diarahkan untuk mendorong usaha kecil naik kelas.
Selama ini, masalah klasik UMKM hampir selalu sama. Produk ada, pasar tersedia, semangat usaha tinggi, tetapi langkah terhenti karena modal terbatas.
Banyak pelaku usaha kecil akhirnya bergantung pada pinjaman informal dengan bunga tinggi yang justru menggerus keuntungan. Dalam kondisi seperti itu, UMARA menjadi jawaban yang relevan.
Bank Kalsel melalui program ini menunjukkan bahwa perbankan daerah tidak cukup hanya menjadi tempat menyimpan uang atau menyalurkan kredit. Bank daerah harus hadir sebagai penggerak ekonomi rakyat.
Dengan skema bunga 0 persen dan tanpa agunan, Bank Kalsel membuka akses yang selama ini sulit dijangkau pelaku usaha mikro. Ini bukan sekadar kebijakan keuangan, tetapi keberpihakan nyata terhadap sektor yang menopang ekonomi masyarakat bawah.
Tiga Dampak Nyata UMARA
Modal Jadi Lebih Ringan
Tanpa bunga, beban cicilan pelaku usaha menjadi jauh lebih ringan. Keuntungan usaha tidak habis untuk membayar bunga pinjaman, melainkan bisa diputar kembali menjadi tambahan modal dan pengembangan usaha.
Usaha Kecil Bisa Ekspansi
Plafon pinjaman Rp50 juta hingga Rp150 juta memberi ruang bagi pelaku UMKM membeli alat produksi, memperbaiki tempat usaha, menambah stok barang, hingga memperluas pemasaran digital.
Artinya, usaha kecil tidak lagi sekadar bertahan hidup, tetapi mulai tumbuh.
Ekonomi Kota Ikut Bergerak
Saat UMKM bergerak, maka pasar ikut hidup. Penyerapan tenaga kerja meningkat, daya beli masyarakat naik, dan perputaran uang di tingkat lokal semakin cepat. Efek berantainya sangat besar bagi ekonomi Banjarmasin.
Namun kredit murah saja tidak cukup. Banyak usaha kecil gagal berkembang karena lemahnya manajemen, pemasaran, dan literasi keuangan. Karena itu, UMARA akan jauh lebih kuat jika dibarengi pendampingan usaha, pelatihan digital marketing, hingga kemudahan legalitas usaha.
Karena itu sinergi pemerintah kota dan Bank Kalsel menjadi penting satu membuat kebijakan, satu menjalankan eksekusi.
Momentum Banjarmasin Naik Kelas
Di usia Banjarmasin menuju 500 tahun, pembangunan tak cukup hanya soal infrastruktur fisik. Kota besar juga diukur dari kemampuan rakyat kecilnya tumbuh dan sejahtera.
UMARA memberi pesan jelas dan penting, bahwa ekonomi daerah akan kuat bila UMKM diberi ruang berkembang. Program ini bukan sekadar kredit, melainkan cara Bank Kalsel menghidupkan denyut ekonomi rakyat dari level paling dasar.
Jika konsisten dijalankan, UMARA bisa menjadi contoh bahwa bank daerah bukan hanya lembaga keuangan, tetapi mesin penggerak kesejahteraan masyarakat.(Olpah Sari).


