Menjaga Nalar Kebangsaan dari Ruang Silaturahmi PPWK

0
PPWK

Tim Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan (PPWK) Banjarmasin dan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Banjarmasin Ahmad Muziyin S.Sos MA dan Dr. H. Lukman Fadlun, SH, MH. (Foto - Bambang Budiyanto)-PPWK).

Halal bihalal kerap dipahami sebagai ritual tahunan bersalaman, saling memaafkan, lalu selesai.

Namun yang berlangsung di Lima Rasa, Banjarmasin,Sabtu (11/04/2026), terasa melampaui seremoni.

Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan (PPWK) menjadikan momen tersebut sebagai ruang bertemunya refleksi, nilai, dan tanggung jawab.

Di tengah suasana yang hangat dan akrab, tim ahli ini tidak sekadar melepas rindu, tetapi juga merawat satu hal yang lebih mendasar kesadaran kebangsaan.

Tradisi halal bihalal, dalam konteks ini, tidak berhenti pada saling memaafkan. Namun bergerak menjadi proses rekonsiliasi, bukan hanya antarindividu, tetapi juga antara idealisme dan realitas.

Dunia pendidikan dan sosial  masyarakat hari ini menghadapi tekanan yang tidak ringan, disrupsi informasi, pergeseran nilai, hingga tantangan menjaga integritas di tengah perubahan cepat.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Banjarmasin, Ahmad Muziyin, melihat kegiatan ini sebagai bagian penting dari penguatan fondasi sosial.

“Halal bihalal bukan sekadar tradisi, tetapi ruang untuk memperkuat persatuan dan nilai kebangsaan, terutama di lingkungan pendidikan masyarakat secara luas,” ujarnya.

 

Diskusi ringan PPWK dengan Dr. H. Lukman Fadlun, SH, MH sebagai Asisten 1 Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Banjarmasin dan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Banjarmasin Ahmad Muziyin, S.Sos. M.A.(Foto – Risanta).

Pernyataan itu tidak berlebihan.Aanggota PPWK, dalam banyak hal, adalah simpul yang menghubungkan pengetahuan dengan karakter. Ketika simpul ini kuat, maka arah edukasi dan menanamkan spirit kebangsaan tidak mudah terombang-ambing oleh kepentingan jangka pendek.

Karena itu, halal bihalal di lingkup PPWK menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan. Ia adalah forum konsolidasi nilai.

Melalui doa bersama dan percakapan-percakapan yang mengalir, terbentuk kesadaran kolektif bahwa anggota PPWK tidak berhenti di satu segmen saja.

Namun meluas hingga pada upaya menjaga kohesi sosial dan merawat keberagaman.

Momentum ini juga menyiratkan satu hal penting profesionalisme PPWK tidak hanya diukur dari kompetensi akademik, tetapi juga dari kedalaman komitmen kebangsaan.

Ketua PPWK Banjarmasin, Bambang Budiyanto, menekankan Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan (PPWK) pada dasarnya berfungsi sebagai ruang strategis untuk membentuk cara pandang kebangsaan yang utuh, tidak hanya secara teoritis, tetapi juga dalam sikap dan tindakan sehari-hari.

“PPWK sendiri hadir di Banjarmasin sebagai salah satu menjadi pusat edukasi untuk Meningkatkan pemahaman ideologi negara, menangkal radikalisme, intoleransi, dan disintegrasi.Selain itu membentuk pola pikir kritis namun tetap berakar pada nilai nasional,”tutur Bambang.(M.Irfani).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!