Benteng Ketahanan Pangan Banjarmasin di Sungai Andai

0
SUNGAI ANDAI

Wali Kota Muhammad Yamin HR saat turun langsung melakukan tanam padi perdana bersama kelompok tani di kawasan Sungai Andai, Banjarmasin Utara, Rabu (08/04/2026).(Foto - Media Center Banjarmasin).

Di tengah kepungan alih fungsi lahan yang kian masif, Pemerintah Kota Banjarmasin mengirimkan sinyalemen keras bahwa sektor pertanian tidak boleh takluk oleh ekspansi beton.

Komitmen ini ditegaskan Wali Kota Muhammad Yamin HR saat turun langsung melakukan tanam padi perdana bersama kelompok tani di kawasan Sungai Andai, Banjarmasin Utara, Rabu (08/04/2026).

Aksi tanam padi ini bukan sekadar seremoni rutin. Di balik lumpur sawah, tersimpan alarm peringatan atas menyusutnya kedaulatan pangan lokal.

Dari sisa 260 hektare lahan pertanian di wilayah tersebut, kini hanya sekitar 200 hektare yang produktif, dengan realisasi tanam yang baru menyentuh satu hektare hingga medio April ini.

“Ini adalah alarm bagi kita semua. Jika tidak diproteksi secara ketat, lahan pertanian kita akan habis tergerus pembangunan perumahan. Kita harus menjaga kawasan ini sebagai wilayah pertanian abadi demi masa depan pangan warga,” tegas Yamin.

Dengan luas wilayah yang hanya 98 kilometer persegi, Banjarmasin kini menghadapi dilema ruang yang akut antara kebutuhan pemukiman dan ketahanan pangan.

Namun, Yamin optimistis Sungai Andai masih memiliki potensi besar sebagai penopang pangan kota jika didukung oleh infrastruktur yang mumpuni.

Wali Kota juga mendesak adanya dukungan strategis dari Pemerintah Provinsi dan Balai Wilayah Sungai terkait pembangunan sistem irigasi serta pompanisasi.

Hal ini krusial untuk memitigasi risiko gagal panen akibat banjir maupun kekeringan ekstrem yang kerap menghantui karakter kota rawa.

Selain itu, Yamin mengingatkan para pengembang agar tetap mempertahankan konsep rumah panggung tinggi guna menjaga keseimbangan ekosistem air.

Kehadiran lintas sektor, mulai dari Dandim 1007/Banjarmasin Slamet Riyadi hingga jajaran Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3), mempertegas bahwa urusan perut rakyat adalah tanggung jawab kolektif.

Pemerintah menjanjikan pendampingan teknis dan kebijakan pro-petani untuk memastikan Sungai Andai tetap menjadi lumbung hijau di tengah derasnya arus urbanisasi.

Jika konsistensi proteksi lahan ini terjaga dan solusi infrastruktur segera terealisasi, Banjarmasin berpeluang besar mengamankan kedaulatan pangannya sendiri tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pasokan luar daerah.(Ridzky Husna).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!