Banjarmasin Ubah Perpustakaan Sekolah Jadi Pusat Pengetahuan Digital
Kepala Dispersip Kota Banjarmasin, Ikhsan Alhak, menegaskan pihaknya menargetkan 150 pengelola perpustakaan tingkat SD dan Menengah untuk menjadi garda terdepan perubahan ini. (Foto - Media Center Banjarmasin).
Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) resmi mendeklarasikan perang terhadap citra perpustakaan sekolah yang sekadar menjadi “gudang buku”.
Transformasi besar kini diarahkan untuk mengubah unit literasi tersebut menjadi pusat pengetahuan digital yang adaptif dan berdampak nyata bagi peserta didik.
Langkah strategis ini dimulai melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Akreditasi Perpustakaan yang digelar di Hotel Rattan Inn, Rabu (08/04).
Fokus utamanya adalah membedah Keputusan Kepala Perpusnas Nomor 187 Tahun 2025, sebuah standar baru yang memaksa perpustakaan sekolah meninggalkan pola lama dan beralih ke sistem tata kelola berbasis teknologi.
Mewakili Wali Kota Banjarmasin, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, H. Lukman Fadlun, menegaskan bahwa akreditasi bukan lagi sekadar urusan tumpukan dokumen administratif.
“Kita ingin perpustakaan menjadi jantung sekolah yang hidup. Penilaian sekarang tidak lagi bicara fisik semata, tapi seberapa kuat pemanfaatan teknologi dan digitalisasi dalam melayani siswa,” tegasnya.
Instrumen akreditasi terbaru kini memangkas birokrasi penilaian menjadi enam komponen inti yang lebih dinamis.
Poin krusial dalam transformasi ini adalah integrasi teknologi informasi, kelengkapan koleksi digital, dan profesionalisme tenaga pengelola yang mampu mengoperasikan ekosistem literasi modern.
Kepala Dispersip Kota Banjarmasin, Ikhsan Alhak, menambahkan bahwa pihaknya menargetkan 150 pengelola perpustakaan tingkat SD dan Menengah untuk menjadi garda terdepan perubahan ini.
“Perpustakaan harus menjadi pusat sumber belajar yang keren dan relevan dengan generasi digital. Akreditasi adalah cara kita menjamin mutu layanan itu tetap pada standar nasional,” ujar Ikhsan.
Dengan dukungan penuh Pemerintah Kota, perpustakaan sekolah di Banjarmasin kini ditargetkan bukan hanya untuk meraih predikat unggul secara legalitas, melainkan benar-benar menjelma sebagai ruang inovasi digital yang mampu mendongkrak minat baca dan kualitas pendidikan di Bumi Kayuh Baimbai.(Ridzky Husna).
