Hujan Tak Menghalangi, Warga Tapin Padati Masjid

0
SEKDA BABAGI SEMBAKO

Sekdaprov Kalsel disela-sela Safari Ramadan menyerahkan bantuan sembako kepada warga Tapin. (Foto - Biro Adpim Kalsel).

Bertemu Sekdaprov Kalsel Menagih Janji Pembangunan

Hujan turun sejak sore, membasahi jalan-jalan di Desa Kembang Habang Baru, Kecamatan Salam Babaris, Kabupaten Tapin. Namun, langkah warga tak surut. Satu per satu mereka tetap datang, memadati Masjid Riadhaul Jannah, Selasa (17/03/2026) petang.

Bagi mereka, Ramadan bukan sekadar soal cuaca, melainkan tentang kebersamaan, harapan, dan kesempatan mendengar langsung arah masa depan daerahnya.

Malam itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menutup rangkaian Safari Ramadan tahun ini di Tapin. Gubernur H. Muhidin diwakili Sekretaris Daerah H. Muhammad Syarifuddin, yang hadir bersama istri, Hj. Masrufah Syarifuddin. Kegiatan juga bersanding dengan Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten Tapin.

Suasana terasa hangat, bahkan sebelum azan Magrib berkumandang. Warga duduk berjejer, sebagian masih menenteng payung basah. Di dalam masjid, percakapan pelan bercampur lantunan ayat suci, menciptakan atmosfer yang lebih dari sekadar acara seremonial.

Dalam sambutan yang dibacakan Sekda, terselip nada reflektif atas satu tahun perjalanan kepemimpinan.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, kami memohon maaf apabila selama satu tahun ini belum sepenuhnya memenuhi harapan masyarakat. Kami terus berikhtiar dan memohon doa agar daerah ini semakin maju,” ucapnya.

Pernyataan itu menjadi semacam jeda antara capaian dan harapan yang belum sepenuhnya terwujud.

Namun, di balik refleksi, ada pula penegasan arah. Tahun 2026 disebut sebagai titik mulai realisasi janji-janji besar, pembangunan lapangan sepak bola bertaraf internasional, jembatan penghubung Tanah Bumbu–Kotabaru, hingga infrastruktur strategis lainnya.

Targetnya jelas sebelum 2030, masyarakat sudah bisa merasakan dampaknya.

Tak hanya fisik, pembangunan sumber daya manusia juga menjadi sorotan. Program beasiswa ke luar negeri, bantuan pendidikan bagi siswa kurang mampu, hingga dukungan pendidikan kesetaraan disebut sebagai investasi jangka panjang yang tak kalah penting.

Di sisi lain, Bupati Tapin H. Yamani melihat kehadiran provinsi bukan sekadar kunjungan, melainkan sinyal perhatian.

“Ini bukan hanya silaturahmi, tapi bentuk nyata kepedulian pemerintah provinsi kepada masyarakat Tapin,” ujarnya.

Ia berharap momentum Ramadan ini memperkuat sinergi lintas pemerintahan bukan hanya dalam wacana, tetapi dalam kerja nyata yang berkelanjutan.

Di tengah rangkaian acara, bantuan sosial diserahkan—paket sembako dari Pemprov Kalsel, serta hibah Rp200 juta dari Pemkab Tapin untuk masjid setempat. Bagi sebagian warga, bantuan ini mungkin sederhana, tetapi hadir di waktu yang tepat  saat kebutuhan meningkat di bulan Ramadan.

Suasana kian khusyuk saat tausiah disampaikan Ustadz H. Isnaini Adha, Lc. Pesannya sederhana, namun mengena: Ramadan adalah ruang untuk memperbaiki diri, bukan sekadar menahan lapar.

“Ramadan bukan hanya soal ibadah personal, tapi juga kepedulian sosial. Di sinilah iman diuji—pada seberapa besar kita berbagi,” tuturnya.

Ketika azan Magrib akhirnya berkumandang, jamaah berbuka bersama dalam kesederhanaan. Hujan di luar masih turun, tetapi di dalam masjid, kehangatan terasa utuh.

Safari Ramadan mungkin berakhir di Tapin. Namun bagi warga yang hadir malam itu, yang tersisa bukan sekadar acara, melainkan harapan bahwa janji-janji pembangunan benar-benar akan sampai, seperti mereka yang tetap datang meski diguyur hujan.(M.Irfani).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!