Bank Kalsel Siapkan Rp3,87 Triliun Sambut Lonjakan Transaksi Lebaran
Foto Ilustrasi - Kesiap-siagaan Bank Kalsel menyiapkan layanan kepada nasabah sambut lebaran. (Foto - Risanta).
Bank Kalsel menyiapkan likuiditas hingga Rp3,87 triliun untuk mengantisipasi lonjakan aktivitas transaksi masyarakat menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.
Kesiapan tersebut merupakan bagian dari langkah strategis bank daerah ini untuk memastikan kelancaran layanan perbankan selama periode Ramadan hingga libur Lebaran.
Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, mengatakan peningkatan transaksi pada periode menjelang Lebaran merupakan fenomena rutin setiap tahun, terutama terkait pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR), kebutuhan konsumsi masyarakat, serta aktivitas transfer dana.
“Menjelang Lebaran biasanya terjadi lonjakan transaksi yang cukup signifikan. Karena itu, Bank Kalsel telah menyiapkan proyeksi likuiditas yang memadai untuk memastikan seluruh kebutuhan transaksi masyarakat dapat terpenuhi dengan baik,” ujar Fachrudin kepada awak media, Senin (16/03/2026).
Berdasarkan proyeksi internal perusahaan, total dana masuk (cash in) selama periode tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp3,87 triliun. Sementara itu, total dana keluar (cash out) diproyeksikan sekitar Rp1,41 triliun yang akan digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan transaksi masyarakat.
Dana tersebut antara lain dialokasikan untuk penyediaan likuiditas transaksi melalui layanan BI Fast, pembayaran THR bagi aparatur sipil negara (ASN) maupun pegawai swasta, serta pengisian kas pada jaringan ATM dan Cash Recycling Machine (CRM) Bank Kalsel di berbagai wilayah.
Selain menyiapkan likuiditas, Bank Kalsel juga memperkuat kesiapan infrastruktur layanan perbankan, khususnya jaringan ATM. Langkah yang dilakukan antara lain melalui preventive maintenance, meliputi pembersihan mesin, pengecekan perangkat, serta pemeriksaan sistem secara berkala.
Bank Kalsel juga menyiagakan petugas teknis untuk memastikan operasional mesin ATM tetap berjalan optimal serta dapat segera menangani jika terjadi gangguan selama periode Ramadan hingga libur Lebaran.
Sejalan dengan libur nasional dan cuti bersama Nyepi Tahun Baru Saka 1947 serta Idul Fitri, operasional kantor Bank Kalsel akan tutup sementara pada 18 hingga 24 Maret 2026. Meski demikian, nasabah tetap dapat melakukan berbagai transaksi melalui layanan elektronik seperti ATM, mobile banking, serta transfer antarbank.
Fachrudin menegaskan, dengan kesiapan likuiditas dan penguatan infrastruktur layanan tersebut, Bank Kalsel berkomitmen menjaga kelancaran transaksi masyarakat sekaligus memastikan stabilitas layanan perbankan selama momen ekonomi musiman seperti Lebaran.(Olpah Sari).
