Bank Kalsel Ingatkan Waspada Penipuan Digital Jelang Lebaran

0
AWAS PENIPUAN

Di tengah meningkatnya aktivitas transaksi menjelang Idul Fitri, Bank Kalsel mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan digital yang kerap muncul pada periode tersebut.

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, mengatakan momen menjelang Lebaran sering dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab untuk melancarkan aksi penipuan dengan berbagai cara, terutama melalui kanal digital.

Menurutnya, beberapa modus yang sering terjadi antara lain phishing melalui tautan palsu, penipuan berkedok undian hadiah, hingga permintaan kode OTP oleh pihak yang mengaku sebagai petugas bank.

“Menjelang Lebaran biasanya aktivitas transaksi masyarakat meningkat cukup signifikan. Kondisi ini sering dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan digital untuk melakukan berbagai modus penipuan. Karena itu, kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati,” ujar Fachrudin dalam keterangan resminya, Senin (16/03/2026).

Ia menegaskan bahwa Bank Kalsel tidak pernah meminta data rahasia nasabah dalam bentuk apa pun melalui telepon, pesan singkat, email, maupun media sosial.

“Bank tidak pernah meminta PIN, password, maupun kode OTP kepada nasabah. Jika ada pihak yang mengatasnamakan Bank Kalsel dan meminta data tersebut, dapat dipastikan itu adalah penipuan,” tegasnya.

Fachrudin juga mengingatkan nasabah untuk tidak sembarangan mengklik tautan yang tidak jelas sumbernya serta tidak memberikan informasi perbankan kepada pihak yang tidak dikenal.

Ia menambahkan, apabila menemukan indikasi penipuan atau aktivitas mencurigakan, nasabah diimbau segera menghubungi layanan resmi Bank Kalsel agar dapat segera ditindaklanjuti.

“Keamanan transaksi nasabah merupakan prioritas kami. Karena itu, kewaspadaan masyarakat juga menjadi kunci penting dalam mencegah terjadinya kejahatan digital,” katanya.

Dengan meningkatnya penggunaan layanan perbankan digital, Bank Kalsel berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi dan informasi perbankan demi menghindari potensi kerugian akibat penipuan.(Olpah Sari).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!