Menjelajah 12 Geopark Dunia Indonesia

0
LOKSADO BU MUTIA

Wisatawan saat menjelajahi Sungai Amandit dan Loksado menggunakan Bamboe Rafting.Loksado sendiri adalah salah satu kawasan yang berada di bentangan Geopark Meratus.

Dari Kaldera Purba hingga Karst Raja Ampat

Indonesia bukan sekadar negara kepulauan tropis dengan pantai indah. Di balik bentang alamnya tersimpan cerita geologi purba yang membentuk wajah Nusantara selama jutaan tahun.

Cerita itu kini diakui dunia melalui status UNESCO Global Geopark, pengakuan bagi kawasan yang memiliki nilai geologi penting sekaligus dikelola dengan prinsip konservasi, edukasi, dan kesejahteraan masyarakat.

Hingga 2025, Indonesia memiliki 12 geopark yang masuk jaringan geopark dunia. Masing-masing bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga “buku sejarah alam terbuka” yang merekam evolusi bumi, kehidupan, dan budaya manusia.

Kaldera Purba dan Gunung Api Legendaris

Di Bali, panorama matahari terbit di atas Geopark Batur memperlihatkan kaldera raksasa yang terbentuk dari letusan vulkanik ribuan tahun lalu. Danau Batur yang tenang di tengah kaldera menjadi saksi bisu aktivitas geologi yang membentuk pulau ini.

Lebih ke barat, di Sumatera Utara, terbentang danau vulkanik raksasa di kawasan Geopark Kaldera Toba. Danau ini lahir dari salah satu letusan supervulkan terbesar di bumi sekitar 74 ribu tahun lalu. Kini, kawasan tersebut menjadi perpaduan spektakuler antara lanskap geologi, budaya Batak, dan pariwisata danau.

Di ujung timur Jawa, kawah belerang di Geopark Ijen menawarkan fenomena langka, blue fire, api biru yang menyala di malam hari akibat pembakaran gas belerang. Fenomena ini menjadikan Ijen sebagai salah satu destinasi geologi paling unik di dunia.

 

Foto Inografis – Mitra Bina Lingkungan.Co.Id

Negeri Karst dan Fosil Purba

Bentang karst tropis yang dramatis terlihat di kawasan Geopark Gunung Sewu yang membentang di Yogyakarta, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur. Ribuan bukit kapur, gua bawah tanah, dan sungai karst menciptakan lanskap yang hampir tak ada duanya di Asia Tenggara.

Sementara di Sulawesi Selatan, tebing karst menjulang di Geopark Maros-Pangkep. Kawasan ini bukan hanya penting secara geologi, tetapi juga menyimpan lukisan gua prasejarah yang termasuk tertua di dunia.

Di Sumatera, kisah bumi yang jauh lebih tua tersimpan di Geopark Merangin Jambi. Sungai Merangin membawa serpihan batuan yang mengandung fosil flora berusia sekitar 300 juta tahun,jejak kehidupan purba yang pernah menghuni daratan Gondwana.

Pesisir Granit hingga Surga Karst Tropis

Di Kepulauan Bangka Belitung, formasi batuan granit raksasa di Geopark Belitong menciptakan lanskap pesisir yang ikonik. Batu-batu granit bulat raksasa seolah disusun secara artistik di tepi laut biru.

Di Jawa Barat, lanskap amfiteater alam raksasa menjadi ciri khas Geopark Ciletuh–Palabuhanratu. Air terjun, tebing, dan pantai di kawasan ini terbentuk dari proses geologi yang berlangsung sekitar 65 juta tahun lalu.

Sementara itu di Lombok, kawasan Geopark Rinjani-Lombok menampilkan kombinasi spektakuler antara gunung berapi aktif, savana luas, dan hutan tropis yang mengelilingi Gunung Rinjani.

 

Bukit Langara, Loksado, Kalimantan Selatan, sisi lain terindah dari Geopark Meratus. (Foto – Tim Redaksi).

Geologi Khatulistiwa yang Mendunia

Di kawasan timur Indonesia, keajaiban karst tropis muncul di gugusan pulau Geopark Raja Ampat di Papua Barat Daya. Pulau-pulau karst yang menjulang dari laut biru membuat kawasan ini sering dijuluki “The Emerald Karst in the Equator.”

Di Jawa Tengah, Geopark Kebumen menampilkan kompleksitas batuan yang merekam sejarah panjang pembentukan Pulau Jawa. Sementara di Kalimantan Selatan, rangkaian pegunungan di Geopark Meratus menyimpan bukti tabrakan lempeng benua purba yang membentuk kawasan Asia Tenggara.

Lebih dari Sekadar Wisata

Ke-12 geopark tersebut menunjukkan bahwa pariwisata Indonesia tidak hanya bertumpu pada panorama alam, tetapi juga pada nilai ilmiah dan budaya yang mendalam.

Konsep geopark menempatkan masyarakat lokal sebagai bagian penting dalam pengelolaan kawasan. Wisata berbasis komunitas, edukasi geologi, hingga pelestarian tradisi lokal menjadi bagian dari pengalaman wisata di kawasan ini.

Pengakuan dunia terhadap geopark, situs warisan budaya, dan tradisi Nusantara mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan kekayaan alam dan budaya paling beragam di planet ini.

Dari kaldera purba hingga gugusan karst tropis, dari fosil berusia ratusan juta tahun hingga tradisi budaya yang hidup hingga kini—Nusantara menyimpan cerita panjang bumi yang masih terus menunggu untuk dijelajahi.(Olpah Sari – Fikri Husaini).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!