Perantauan Tapin Berbagi ke Kampung Halaman di Bulan Ramadan
Kegiatan Perantauan Tapin Bulik Kampung Berbagi Peduli 2026. (Foto - Dok IKKAPIN).
Momen Ramadan selalu menjadi waktu istimewa bagi banyak orang untuk mempererat silaturahmi sekaligus berbagi kepedulian. Tradisi ini juga dilakukan oleh para perantau yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk warga asal Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan.
Melalui organisasi Ikatan Kerukunan Keluarga Tapin di Perantauan (IKKAPIN), para perantau kembali menebar kebaikan di kampung halaman. Organisasi yang kini dipimpin Ketua IKKAPIN Rahmah Norlias ini menggelar kegiatan Safari Ramadan dengan mengunjungi sejumlah desa di Tapin.
Rombongan perantau tersebut mendatangi beberapa kampung seperti Desa Gadung, Kurapang, Serawi, Cangkring, hingga Banua Padang. Selain bersilaturahmi dengan masyarakat setempat, rombongan juga menyalurkan ratusan paket sembako kepada warga yang membutuhkan, Sabtu (07/03/2026).

Ketua IKKAPIN, Rahmah Norlias, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian para perantau terhadap daerah asal mereka. Meski kini banyak anggota IKKAPIN yang bekerja dan menetap di berbagai kota di Indonesia, hubungan dengan kampung halaman tetap terjaga.
“Ini adalah cara kami untuk tetap ingat dengan kampung halaman. Walaupun sebagian besar dari kami sekarang bekerja di berbagai kota, Tapin tetap menjadi tempat kami berasal,” ujar perempuan yang dulunya berkarir sebagai ASN Pemko Banjarmasin dan sekarang menjadi legislatif di DPRD Kalsel.
Menurut Rahmah, Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk kembali memperkuat kebersamaan dengan masyarakat desa sekaligus berbagi rezeki kepada sesama.
“Ramadan adalah saat yang tepat untuk berbagi. Ini juga menjadi momen bagi para perantau untuk bulik atau pulang ke kampung halaman,” tambahnya.
Hal senada diungkapkan H.M. Zaid Abdurrakhman salah satu tokoh masyarakat perantau Tapin.Menurutnya Kegiatan “Perantauan Berbagi Peduli” di bulan Ramadan merupakan wujud nyata kepedulian sosial yang sering dilakukan oleh masyarakat yang tinggal jauh dari kampung halaman.

Ramadan menjadi momen istimewa bagi para perantau untuk mempererat tali persaudaraan dan berbagi keberkahan dengan sesama, terutama mereka yang kurang beruntung.
“Meskipun kami semua sebagian besar berada di perantauan, hati selalu ingat kampung halaman.Dan momen Ramadan kami diberikan langkah kembali bulikan (pulang) ke kampung halaman sekaligus berlebaran di Kabupaten Tapin,” tutur pria yang merupakan Dosen Senior STIE Pancasetia Banjarmasin.
Kegiatan Safari Ramadan IKKAPIN ini pun disambut hangat oleh masyarakat desa yang dikunjungi. Kehadiran para perantau tidak hanya membawa bantuan sembako, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan serta mempererat hubungan kekeluargaan antara warga yang merantau dan masyarakat di kampung halaman.(Olpah Sari).
