Mau Tukar Uang Baru Ke Bank Kalsel Saja !

0
SEKDA-DIR BISNIS BANK KALSEL

Foto Ilustrasi - Sekdaprov Kalsel HM Syarifuddin dan Direktur Bisnis Bank Kalsel Ahmad Fauzi Noor. (Foto - Risanta).

Permintaan penukaran uang pecahan baru di Bank Kalsel mulai meningkat menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah. Lonjakan ini seiring kebutuhan masyarakat akan uang tunai untuk keperluan konsumsi rumah tangga, tradisi berbagi tunjangan hari raya (THR), dan transaksi ritel musiman.

Manajemen Bank Kalsel sendiri menyatakan layanan penukaran uang pecahan kecil telah tersedia di sejumlah kantor cabang sejak pertengahan Februari 2026.

Penukaran dilakukan dengan mengikuti ketentuan dan kuota yang ditetapkan Bank Indonesia melalui program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI).

“Penukaran uang baru difasilitasi untuk mendukung kelancaran transaksi masyarakat selama Ramadan dan Lebaran, sekaligus menjaga distribusi uang layak edar,” kata Direktur Bisnis Bank Kalsel, Ahmad Fauzi Noor, disela-sela pembukaan Pasar Wadai Ramadan Banjarmasin, Kamis (19/02/2026).

Program penukaran uang Rupiah di Bank Kalsel tahun ini menetapkan batas maksimal penukaran sebesar Rp4,3 juta per orang. Pecahan yang tersedia meliputi Rp50.000, Rp20.000, Rp10.000, Rp5.000, Rp2.000, dan Rp1.000.

 

Sekdaprov Kalsel HM Syarifuddin saat meninjau stan Bank Kalsel di Pasar Wadai Ramadan Banjarmasin. (Foto-Risanta).

Masyarakat diwajibkan melakukan pemesanan terlebih dahulu melalui sistem daring Bank Indonesia sebelum datang ke lokasi penukaran milik Bank Indonesia  atau langsung juga ke Bank Kalsel.

“Persyaratannya berdasarkan NIK KTP.Jadi kami mempersilakan masyarakat yang ingin menukar uang pecahan baru Rupiah dalam rangka menyambut Ramadan dan Lebaran Idul Fitri bisa langsung ke Bank Kalsel, termasuk di stan Pasar Wadai dan sejumlah titik yang ditentukan,” ujar Sekdaprov Kalsel HM Syarifudin kepada awak media didampingi Direktur Bisnis Bank Kalsel, Ahmad Fauzi Noor.

Syarifuddin menyebutkan peningkatan penukaran uang tunai menjelang Lebaran menjadi indikator meningkatnya aktivitas ekonomi musiman.

Tradisi pemberian uang kepada keluarga dan anak-anak, serta meningkatnya belanja ritel dan sektor informal, mendorong peredaran uang tunai di daerah.

Bank Indonesia sendiri mencatat periode Ramadan dan Idulfitri secara historis menjadi salah satu momentum tertinggi peredaran uang kartal dalam setahun. Kondisi ini turut memperkuat likuiditas ekonomi daerah, khususnya sektor perdagangan, usaha mikro, dan jasa.

Bank Kalsel memastikan kesiapan kas dan distribusi uang layak edar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Selain kantor cabang, layanan penukaran juga dilakukan melalui kas keliling dan titik layanan perbankan yang telah ditentukan.

Momentum ini diperkirakan akan terus meningkat hingga mendekati Idulfitri, seiring pencairan THR dan meningkatnya aktivitas konsumsi rumah tangga yang menjadi motor penggerak ekonomi regional.(Olpah Sari).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!