SERAMBI Ramadan, Bukan Sekadar Tukar Uang

0
RISANTA SERAMBI BANK INDONESIA

Penulis dengan latar belakang kegiatan penukaran uang Rupiah dalam Program SERAMBI Bank Indonesia. (Foto - Risanta).

Oleh Muhammad Risanta

Ramadan selalu menghadirkan denyut ekonomi yang khas. Pasar rakyat menggeliat sejak sore hari, arus mudik mulai terasa, zakat dan sedekah mengalir, sementara kebutuhan uang pecahan kecil meningkat tajam.

Di balik hiruk-pikuk itu, ada satu pertanyaan penting yang kerap luput bagaimana negara memastikan Rupiah hadir secara adil, bermartabat, dan tetap dimaknai secara bijak?

Program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) 2026 yang dijalankan Bank Indonesia memberi jawaban menarik. Ini pun diapresiasi baik, karena tidak diposisikan semata sebagai layanan penukaran uang, melainkan sebagai ruang perjumpaan antara kebijakan moneter, edukasi publik, dan nilai sosial yang hidup di bulan suci.

Lonjakan kebutuhan uang kartal selama Ramadan dan Idul Fitri sesungguhnya adalah cermin optimisme ekonomi. Di Kalimantan Selatan, proyeksi kebutuhan yang menembus Rp3 triliun menunjukkan aktivitas masyarakat yang terus bergerak.

Seperti persoalan tahunan terkadang disinilah ipotensi masalah kerap muncul, antrean panjang penukaran, akses yang timpang antara kota dan pelosok, hingga maraknya peredaran uang tidak layak edar.

Jika ditelaah lebih dalam SERAMBI mencoba memotong problem itu dari hulunya. Dengan membuka ratusan titik penukaran termasuk melalui kas keliling, pasar Ramadan, jalur mudik, hingga susur sungai,Rupiah tidak lagi menunggu masyarakat datang ke bank.

Negara justru mendatangi ruang hidup warganya. Ini bukan sekadar soal distribusi uang, melainkan distribusi kepercayaan.

Menariknya, kebijakan ini juga dirancang dengan prinsip pemerataan. Pembatasan nilai paket penukaran bukan bentuk pembatasan akses, melainkan cara memastikan kesempatan yang setara.

 

Layanan Penukaran Uang Bank Indonesia  di bantaran sungai dengan Kas Keliling Terapung.(Foto-Humas Bank Indonesia).

Dalam logika pelayanan publik, keadilan sering kali lahir dari pengaturan yang tampak sederhana, tetapi berpihak pada kepentingan bersama.

Namun, makna SERAMBI tidak berhenti pada ketersediaan uang tunai. Di tengah budaya konsumsi yang kerap memuncak di bulan Ramadan, Bank Indonesia justru menyelipkan pesan yang lebih indah dan penting, tentang belanja bijak, kenali keaslian Rupiah, dan gunakan uang sebagai alat, bukan tujuan.

Metode 3D dilihat, diraba, diterawan akan menjadi simbol bahwa literasi keuangan juga bagian dari ibadah sosial.

Lebih jauh, dorongan penggunaan pembayaran non-tunai untuk zakat, infak, sedekah, dan kebutuhan lainnya menunjukkan wajah kebijakan yang adaptif.

Tunai tidak ditinggalkan, digital tidak dipaksakan. Keduanya diposisikan sebagai pilihan rasional sesuai kebutuhan. Dari sudut pandang kami sebagai Jurnalis Ekonomi dan Akademisi, ini adalah ekosistem pembayaran dibangun dengan keseimbangan, bukan dikotomi.

Dalam konteks ekonomi populer, Rupiah sering hanya dibicarakan sebagai alat tukar. Padahal, sejatinya adalah simbol kedaulatan dan cermin relasi negara dengan rakyatnya.

Ketika Rupiah mudah diakses, terjaga kualitasnya, dan digunakan secara bertanggung jawab, yang sesungguhnya sedang dirawat adalah kepercayaan publik.

SERAMBI Ramadan mengingatkan kita bahwa ekonomi tidak selalu soal angka dan grafik. Ia juga tentang nilai, perilaku, dan keberpihakan.

Di bulan ketika pengendalian diri diajarkan, kebijakan yang baik adalah kebijakan yang tidak hanya memfasilitasi transaksi, tetapi juga membimbing makna.

Maka, SERAMBI bukan sekadar agenda penukaran uang tahunan. Ia adalah upaya merawat Rupiah agar tetap bermakna, bermartabat, dan berpihak pada kepentingan publik.

Sebab di balik setiap lembar uang yang berpindah tangan selama Ramadan, tersimpan harapan sederhana, tentang ekonomi yang bergerak, negara yang hadir, dan masyarakat yang bijak.

*Penulis adalah Jurnalis Senior CNN Indonesia – Akademisi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!