BESTY dan Anak-anak Banua yang Belajar Berani Bicara
Komunitas ini berangkat dari mimpi sederhana menghadirkan rumah baca dan ruang belajar bahasa bagi anak-anak Kalimantan Selatan. (Foto - Bebeh).
Setiap akhir pekan, sekelompok anak duduk melingkar. Mereka berbincang, tertawa, dan sesekali salah mengucap kata dalam bahasa Inggris. Tak ada yang menegur. Tak ada yang menertawakan. Di situlah Besty (Benua English Society) bekerja pelan, tapi konsisten.
Besty adalah sebuah komunitas yang lahir pada Januari 2026.Komunitas ini berangkat dari mimpi sederhana menghadirkan rumah baca dan ruang belajar bahasa bagi anak-anak Kalimantan Selatan.
Karena rumah itu belum ada, para pendirinya memilih bergerak lebih dulu dengan kelas keliling. Mereka datang ke berbagai titik, membuka ruang belajar kecil untuk anak usia 8–11 tahun.
Pendiri Besty adalah sekelompok anak muda penggiat pendidikan seperti Bebeh, Hikmah, Srichan, Arina, dan Pasta.Mereka dibantu dua penanggung jawab kegiatan, Icha dan Boim, mengusung satu prinsip utama, belajar tanpa takut salah. Bahasa Inggris tidak diajarkan sebagai hafalan, melainkan sebagai alat berinteraksi.
“Di sini semua setara. Kita sama-sama belajar,” ujar Bebeh, salah satu Founder BESTY.

Prinsip itu tergambar dalam logo Besty dua orang sedang berbincang. Tak ada simbol guru di depan kelas. Yang ada hanyalah percakapan.
Identitas lokal tetap dijaga. Logo Besty memuat kapal klotok, kendaraan sungai khas Banua. Klotok dimaknai sebagai wadah bersama tempat anak-anak “berlayar” menuju masa depan yang lebih luas lewat bahasa. Gelombang sungai melambangkan semangat yang terus bergerak.
Warna biru muda dipilih untuk kesan tenang dan percaya diri. Oranye menjadi penanda energi dan keberanian mencoba. Sebuah pesan sederhana yang menegaskan belajar boleh santai, tapi tujuannya serius.
Ke depan, Besty tak hanya berhenti pada bahasa Inggris. Mereka merencanakan gathering bahasa Jepang dan Mandarin, sebagai pengenalan awal anak-anak Banua pada dunia yang lebih luas.
Besty mungkin hanya komunitas kecil. Namun di tengah keterbatasan ruang belajar alternatif, ia hadir sebagai tempat aman ruang untuk anak-anak boleh salah, boleh mencoba, dan pelan-pelan berani bicara.
Dari kelas keliling itu, sebuah mimpi dirawat Bebeh dkk, yaitu anak-anak Banua tumbuh dengan kepercayaan diri untuk menyapa dunia.(M.Irfani).

Kereeeeeen!
Semoga dengan adanya kegiatan BESTY ini meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris warga Banjarmasin.
Semoga dengan adanya kegiatan BESTY ini meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris warga Banjarmasin.
Masyaallah