Bank Kalsel-AskrindoPerkuat Pembiayaan di Gerbang IKN
Foto - Dok Askrindo.
PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan (Bank Kalsel) mempertegas perannya sebagai penggerak utama pembiayaan pembangunan daerah di tengah meningkatnya aktivitas investasi di kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Penguatan fungsi intermediasi tersebut dilakukan melalui kolaborasi strategis dengan PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo).
Sinergi kedua institusi ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Asuransi Kredit Konstruksi dan Non-Konstruksi yang digelar di Graha Askrindo, Jakarta.
Kerja sama ini menjadi fondasi bagi Bank Kalsel dalam memperluas penyaluran kredit, khususnya pada sektor konstruksi dan pengadaan barang dan/atau jasa, dengan dukungan perlindungan risiko yang lebih komprehensif.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor konstruksi di Kalimantan Selatan tumbuh 7,52 persen secara kuartalan (q-to-q) pada Triwulan III-2025.
Pada Triwulan IV-2024, sektor ini bahkan mencatat kontribusi pertumbuhan hingga 11,69 persen. Kinerja tersebut mencerminkan masifnya aktivitas pembangunan di Kalimantan Selatan seiring penguatan peran wilayah ini sebagai gerbang strategis menuju IKN.
Direktur Bisnis Bank Kalsel, Akhmad Fauzi Noor, menyatakan kebutuhan pembiayaan pembangunan yang terus meningkat menuntut perbankan daerah untuk tetap ekspansif namun prudent.
Dalam konteks tersebut, dukungan asuransi kredit menjadi elemen penting dalam menjaga kualitas portofolio pembiayaan.
“Bagi Bank Kalsel, Askrindo merupakan mitra strategis yang selalu sejalan dengan kebutuhan bisnis kami. Setiap pengembangan produk pembiayaan, dukungan diberikan sejak awal sehingga kami memiliki ruang yang lebih kuat untuk menyalurkan pembiayaan secara sehat dan berkelanjutan,” ujar Akhmad Fauzi seperti yang dilansir Olenka.Id.
Melalui kerja sama ini, Bank Kalsel memperoleh perlindungan atas portofolio kredit di sektor konstruksi maupun non-konstruksi.
Skema tersebut memungkinkan Bank Kalsel meningkatkan kapasitas pembiayaan kepada kontraktor, penyedia jasa, dan pelaku usaha daerah yang terlibat langsung dalam rantai pembangunan.
Sementara itu, Direktur Bisnis Askrindo, Budhi Novianto, menegaskan bahwa dukungan kepada Bank Kalsel merupakan bagian dari komitmen Askrindo dalam memperkuat peran Bank Pembangunan Daerah (BPD) sebagai tulang punggung pembiayaan ekonomi regional.
“Melalui dukungan underwriting dan struktur tarif yang kompetitif, kami ingin memastikan Bank Kalsel memiliki proteksi yang optimal dalam mendorong pembangunan infrastruktur dan sektor produktif di Kalimantan Selatan,” kata Budhi.
Selain memperkuat pembiayaan daerah, kolaborasi ini juga diarahkan untuk mendorong standarisasi layanan asuransi kredit bagi BPD. Penyederhanaan proses perizinan produk, transparansi tarif, hingga percepatan klaim dan subrogasi diharapkan dapat meningkatkan efisiensi layanan dan respons terhadap kebutuhan pembiayaan di lapangan.
Dengan sinergi ini, Bank Kalsel optimistis dapat terus memperluas perannya sebagai katalis pertumbuhan ekonomi daerah. Didukung proteksi risiko dari Askrindo, pembiayaan sektor produktif di Kalimantan Selatan diharapkan semakin solid dan mampu menopang akselerasi pembangunan di kawasan gerbang IKN.(Olpah Sari).
