Belajar Mengelola Wisata lewat Lava Tour Merapi
Salah satu destinasi wisata yang dikunjungi dari Lava Tour Merapi. (Foto - M.Risanta).
Lereng Gunung Merapi tak hanya menyimpan cerita bencana, tetapi juga menjadi ruang belajar pengelolaan wisata berbasis masyarakat. Hal itu tergambar dari aktivitas Lava Tour Merapi, wisata jeep yang dikelola langsung oleh warga setempat dan terus diminati wisatawan dari berbagai daerah.
Adharu, salah satu driver wisata jeep Lava Tour Merapi, mengatakan wisata ini tumbuh dari kesadaran warga untuk bangkit pascaerupsi Merapi 2010. Sisa-sisa letusan yang dahulu membawa trauma, kini justru diolah menjadi sarana edukasi dan penghidupan.
“Awalnya kami hanya mengantar orang yang ingin melihat bekas erupsi. Lama-lama kami belajar mengatur rute, keselamatan, dan cerita yang disampaikan ke wisatawan,” ujar Adharu kepada Economic Travelling.Com, Rabu (14/01/2026).
Menurut Adharu, pengelolaan Lava Tour Merapi menempatkan masyarakat lokal sebagai aktor utama. Para pengemudi jeep sekaligus berperan sebagai pemandu yang menjelaskan sejarah erupsi, kondisi geografis, hingga pesan kebencanaan kepada wisatawan.
“Kami bukan cuma sopir. Kami juga bercerita supaya orang paham bahwa Merapi itu harus dihormati,” ceritanya.

Ia menambahkan, keselamatan menjadi prinsip utama dalam pengelolaan wisata di kawasan rawan bencana. Aktivitas Lava Tour selalu menyesuaikan status Merapi dan mengikuti arahan pihak berwenang.
“Kalau kondisi tidak memungkinkan, wisata kami hentikan. Keselamatan wisatawan dan warga lebih penting daripada keuntungan,” ucap Adharu saat membawa rombongan Jurnalis OJK se-Kalimantan
Pengalaman Edukatif bagi Wisatawan
Bagi wisatawan, Lava Tour Merapi menawarkan pengalaman yang berbeda dari wisata petualangan pada umumnya. Syahriyanto Ruslan, salah satu wisatawan, mengaku mendapatkan banyak pelajaran dari perjalanan menyusuri lereng Merapi menggunakan jeep.
“Bukan cuma seru off-road-nya, tapi kami juga diajak memahami bagaimana warga di sini menghadapi bencana dan bangkit kembali,” ujar Syahriyanto.
Pria yang merupakan Jurnalis Senior Radio Elshinta Jakara,menilai pengelolaan Lava Tour Merapi cukup tertata, mulai dari pembagian rute, penjelasan keselamatan, hingga narasi yang disampaikan pemandu.
“Cerita dari sopir jeep membuat kami lebih menghargai alam dan sadar bahwa bencana itu nyata, bukan sekadar tontonan,” kata pria yang dikenal hobbi travelling.
Model Wisata Berbasis Masyarakat
Lava Tour Merapi kini menjadi contoh pengelolaan wisata berbasis masyarakat yang berkelanjutan. Aktivitas wisata tersebut turut menggerakkan ekonomi lokal, mulai dari pengemudi jeep, pedagang, hingga pelaku UMKM di sekitar kawasan.
Bagi warga lereng Merapi, wisata ini bukan hanya sumber penghasilan, tetapi juga media untuk mengingatkan generasi berikutnya tentang pentingnya kesiapsiagaan bencana.
“Merapi sudah memberi kami pelajaran besar. Lewat wisata ini, kami ingin pelajaran itu juga sampai ke orang lain,” tutur Adharu.(M.Irfani).
