Sasak Lombok Sehati, Merawat Budaya dan Persaudaraan Perantau Lombok di Kalsel

1
ORANG SASAK

Sasak Lombok Sehati menjadikan kemanusiaan sebagai napas utama gerakan komunitas. Tidak hanya untuk internal anggota, kepedulian juga meluas kepada masyarakat sekitar. (Foto-Adnan Hapip).

Jauh dari tanah kelahiran, identitas kerap diuji oleh jarak dan waktu. Namun bagi warga Lombok yang menetap di Kalimantan Selatan, rindu terhadap kampung halaman justru menjadi energi untuk saling menguatkan.

Dari kerinduan itulah Sasak Lombok Sehati tumbuh sebuah komunitas yang menjadikan budaya, solidaritas sosial, dan nilai kemanusiaan sebagai fondasi utama persaudaraan.

Di tengah hiruk-pikuk kehidupan perantauan, Sasak Lombok Sehati hadir sebagai ruang aman bagi warga Sasak. Tak ada sekat status sosial atau profesi. Semua duduk sejajar, disatukan oleh bahasa, adat, dan nilai kekeluargaan yang diwariskan dari Lombok.

Ketua Sasak Lombok Sehati, Huzaifah Hasan, menegaskan bahwa komunitas ini bukan sekadar perkumpulan, melainkan ikhtiar merawat nilai-nilai kemanusiaan di tanah rantau.

“Budaya Sasak mengajarkan kita untuk saling menjaga. Di perantauan, nilai itu justru semakin terasa. Kami ingin memastikan tak ada warga Lombok yang merasa sendirian,” ujarnya yang sehari-hari adalah anggota aktif Tentara Nasional Indonesia (TNI),

Sasak Lombok Sehati aktif menjaga denyut budaya Sasak agar tetap hidup. Bahasa daerah, tradisi kekeluargaan, serta semangat gotong royong menjadi bagian dari aktivitas komunitas.

Melalui pertemuan rutin dan kegiatan adat, generasi muda perantau dikenalkan kembali pada akar budayanya,agar identitas Lombok tak tergerus oleh zaman.

Bagi anggota komunitas, budaya bukan sekadar simbol, melainkan pegangan hidup yang membentuk cara bersikap, berempati, dan menghormati sesama.

 

Sasak Lombok Sehati tumbuh sebuah komunitas yang menjadikan budaya, solidaritas sosial, dan nilai kemanusiaan sebagai fondasi utama persaudaraan.(Foto – Adnan Hapip).

Solidaritas Sosial yang Nyata

Lebih dari seratus anggota Sasak Lombok Sehati berasal dari beragam latar belakang, pedagang kecil, buruh, pekerja swasta, pengusaha, akademisi, hingga anggota TNI dan Polri. Keragaman itu justru memperkuat solidaritas sosial.

Saat satu anggota mengalami musibah,sakit, kesulitan ekonomi, atau peristiwa duka—komunitas hadir secara kolektif. Bantuan materi, dukungan moral, hingga pendampingan menjadi wujud nyata kepedulian.

“Kami percaya, persaudaraan sejati diuji saat ada yang jatuh. Di sinilah kami saling menguatkan,” tutur salah satu anggota.

Sasak Lombok Sehati menjadikan kemanusiaan sebagai napas utama gerakan komunitas. Tidak hanya untuk internal anggota, kepedulian juga meluas kepada masyarakat sekitar.

Prinsipnya sederhana, menjadi perantau yang membawa manfaat, bukan hanya bagi sesama warga Lombok, tetapi juga bagi lingkungan tempat berpijak.

Kini, Sasak Lombok Sehati telah menjelma menjadi rumah bersama tempat berteduh, berbagi cerita, dan merajut harapan di tanah rantau.

Sebuah bukti bahwa budaya dan kemanusiaan mampu menjembatani jarak, serta menumbuhkan persaudaraan yang melampaui batas geografis.

Bagi warga Lombok di Kalimantan Selatan yang ingin bergabung, komunitas ini membuka diri seluas-luasnya. Informasi dapat diperoleh melalui Mamiq Isna (0853-4824-2059) dan Mamiq Agus (0852-4809-8343).

Di tanah yang jauh dari Lombok, Sasak Lombok Sehati terus membuktikan satu hal persaudaraan tidak mengenal jarak, dan kemanusiaan tak pernah kehilangan rumahnya.(Muhammad Irfani).

1 thought on “Sasak Lombok Sehati, Merawat Budaya dan Persaudaraan Perantau Lombok di Kalsel”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!