Kalsel Siapkan Rumah Shelter Bertingkat sebagai Langkah Cepat Antisipasi Banjir

0
GUBERNUR SHELTER

Gubernur Kalsel H Muhidin bersama tiga kru Tim Tagana Kalsel dari Dinas Sosial Kalsel di dapur umum banjir Kabupaten Banjar di Sungai Tabuk. (Foto- Olpah Sari).

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyiapkan langkah jangka pendek dalam penanganan banjir dengan membangun rumah shelter bertingkat di wilayah rawan terdampak. Shelter ini dirancang sebagai tempat evakuasi sementara bagi warga ketika banjir melanda.

Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin menyebut pembangunan rumah shelter menjadi salah satu strategi penting dalam menghadapi kondisi darurat banjir, khususnya di daerah yang kerap terendam dan sulit dijangkau saat debit air meningkat.

Menurut gubernur, rumah shelter bertingkat akan difungsikan sebagai lokasi aman bagi warga untuk mengungsi, menyimpan logistik, serta menjadi titik koordinasi evakuasi. Dengan konsep bangunan bertingkat, shelter diharapkan tetap bisa digunakan meski genangan air cukup tinggi.

“Ini langkah antisipatif jangka pendek agar warga tidak lagi sepenuhnya bergantung pada evakuasi mendadak. Shelter disiapkan sebagai tempat aman ketika banjir datang,” ujar gubernur H Muhidin di sela-sela peninjauan lokasi terdampak banjir, di Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kamis (08/01/2026).

 

Gubernur Kalsel H Muhidin usai melakukan peninjauan lokasi banjir di kawasan Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, yang bertepatan dengan kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. (Foto – Olpah Sari).

Meski demikian, pembangunan rumah shelter bukan satu-satunya solusi. Gubernur menegaskan upaya ini berjalan beriringan dengan langkah-langkah teknis lain dalam pencegahan dan penanganan banjir, seperti normalisasi sungai, perbaikan drainase, pengendalian alih fungsi lahan, serta penguatan sistem peringatan dini.

“Pemerintah daerah juga akan memetakan kawasan prioritas pembangunan shelter, terutama di wilayah langganan banjir yang berdampak langsung pada permukiman padat penduduk,” terang Muhidin yang menerobos kawasan tergenang dengan jalan kaki menemui warga.

Dengan kombinasi antara pembangunan shelter dan penanganan teknis lainnya, Pemprov Kalsel berharap risiko korban dan kerugian akibat banjir dapat ditekan, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana tahunan tersebut.(Olpah Sari).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!