Sekolah Rakyat Kalsel Masuk Agenda Kunjungan Presiden
Gubenur Kalsel H Muhidin saat mengunjungi Sekolah Rakyat yang berlokasi di lingkungan Balai Besar Pendidikan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarmasin di Jalan Trikora Banjarbaru,, Senin lalu (05/01/2026). (Foto - Biro Adpim Kalsel).
Sekolah Rakyat di Kalimantan Selatan masuk dalam agenda rencana kunjungan Presiden Republik Indonesia ke daerah tersebut. Peninjauan ini direncanakan untuk melihat langsung pelaksanaan program pendidikan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu dan mereka yang sempat putus sekolah.
Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin mengatakan, kunjungan Presiden masih bersifat tentatif dan menyesuaikan dengan agenda nasional. Meski demikian, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyatakan kesiapan apabila peninjauan tersebut terealisasi.
“Kalau Presiden datang, Sekolah Rakyat siap ditinjau,” ujar Muhidin di Banjarbaru, Selasa (06/01/2026).
Menurut Muhidin, Sekolah Rakyat di Kalimantan Selatan telah dipersiapkan dengan fasilitas yang mendukung proses belajar mengajar. Sarana yang tersedia mencakup ruang kelas, komputer, asrama, konsumsi harian peserta didik, hingga pendidikan keagamaan.Program Sekolah Rakyat dirancang sebagai sekolah berasrama gratis dengan fasilitas terpadu untuk mendukung kebutuhan pendidikan dan kehidupan sehari-hari siswa.
Ia menegaskan, Sekolah Rakyat diperuntukkan khusus bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu. Proses seleksi dilakukan secara ketat oleh pemerintah daerah di setiap kabupaten dan kota agar program tepat sasaran.
“Kalau orang tuanya masih mampu, tentu tidak masuk kriteria. Ini benar-benar untuk anak-anak yang membutuhkan,” tegasnya.
Gubernur berharap, melalui Sekolah Rakyat, akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu di Kalimantan Selatan dapat semakin terbuka. Program ini juga diharapkan mampu menekan angka putus sekolah serta menjadi contoh bagi daerah lain dalam pengembangan pendidikan berbasis keadilan sosial.
Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar seperti sekolah umum, tapi sebuah ekosistem pendidikan terpadu mulai dari asrama, makan dan kesehatan, hingga pembelajaran berbasis teknologi dan pengembangan keterampilan , yang bertujuan membuka akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Indonesia, termasuk di Kalimantan Selatan.
Apabila kunjungan Presiden terealisasi, peninjauan Sekolah Rakyat dinilai dapat menjadi momentum untuk memperkuat dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan pendidikan bagi kelompok rentan di daerah.(M.Irfani).
