Batola Pecahkan Rekor MURI Daging Masak Habang

0
masak habang

Gubernur Kalsel H Muhidin didampingi Wakillnya Hasnuriyadi Sulaiman menuangkan puluhan kilogram daging masak habang ke dalam wajan (rinjing besar) yang menandai pecahnya Rekor Memasak Daging Masak Habang yang dikukuhkan MURI. (Foto-Biro Adpim).

Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan, menorehkan sejarah kuliner nasional dengan memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) melalui penyajian 100.000 porsi daging masak habang, Minggu (4/1/2026). Rekor ini tidak sekadar soal jumlah, tetapi menjadi penegasan posisi daging masak habang sebagai salah satu kuliner identitas Banua.Terlebih masak habang adalah makanan favorit masyarakat di Kalimantan Selatan.

Daging masak habang dikenal luas sebagai hidangan tradisional masyarakat Kalimantan Selatan. Olahan daging sapi dengan bumbu khas berwarna merah gelap ini menggunakan racikan rempah Banjar seperti bawang merah, bawang putih, ketumbar, pala, kayu manis, dan gula aren, menghasilkan cita rasa manis-gurih yang kuat dan khas. Hidangan ini kerap hadir dalam acara adat, hajatan keluarga, hingga perayaan besar masyarakat Banua.

Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin menegaskan bahwa pemecahan rekor MURI tersebut merupakan momentum strategis untuk memperkuat identitas kuliner daerah sekaligus memperkenalkannya ke tingkat nasional bahkan ke internasional.

“Daging masak habang bukan sekadar makanan, tetapi bagian dari budaya Banua. Lewat kegiatan ini, kita ingin menunjukkan bahwa kuliner lokal Kalimantan Selatan memiliki nilai sejarah, rasa, dan potensi ekonomi yang besar,” ujar Muhidin.

Masak massal ini digelar dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-66 Kabupaten Barito Kuala di Lapangan 5 Desember, Marabahan. Ribuan warga terlibat langsung, mulai dari proses persiapan hingga penyajian. Kegiatan ini dikoordinatori oleh chef dan kreator kuliner nasional Bobon Santoso, yang bekerja bersama masyarakat Batola dalam skala masak terbesar yang pernah dilakukan untuk menu tradisional Banjar.

Gubernur H. Muhidin bersama istri, Hj. Fathul Jannah, Wakil Gubernur Kalsel H. Hasnuryadi Sulaiman beserta istri drg. Ellyana Trisya, Bupati Batola Bahrul Ilmi, serta jajaran Forkopimda tampak turun langsung ke dapur raksasa. Mereka secara simbolis memasukkan daging ke wajan besar, menandai dimulainya proses masak 100.000 porsi daging masak habang.

Direktur Operasional MURI Yusuf Ngaderi menyerahkan langsung piagam penghargaan kepada Gubernur Kalsel H. Muhidin. Penyerahan ini menandai pengakuan nasional atas rekor masak dan sajian terbanyak untuk menu daging masak habang, yang melibatkan partisipasi masyarakat secara luas.

Menurut Muhidin, penguatan kuliner khas seperti daging masak habang memiliki dampak langsung terhadap pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata daerah.masak habang memiliki potensi ekonomi yang besar. Kuliner khas Banua ini bisa menjadi pintu masuk promosi budaya sekaligus pengungkit sektor pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.

“Jika dikelola dengan baik, kuliner Banua bisa menjadi daya tarik wisata dan penggerak UMKM. Batola hari ini memberi contoh bagaimana tradisi bisa dikemas menjadi kekuatan ekonomi,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Batola Bahrul Ilmi menilai pemecahan rekor MURI ini sebagai simbol keberhasilan kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan pelaku kreatif.

Dengan mengusung tema “Merangkul Semua, Membangun Batola”, peringatan Hari Jadi ke-66 ini menjadi ruang perjumpaan budaya, kuliner, dan semangat gotong royong. Perayaan juga dimeriahkan penampilan grup musik NDX AKA, yang menambah semarak acara.

Melalui momentum ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap daging masak habang semakin dikenal sebagai kuliner khas Banua yang tidak hanya hadir di meja masyarakat lokal, tetapi juga mampu bersaing dan dikenal di tingkat nasional.(Olpah Sari).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!