Relawan PNM Salurkan Kembali Bantuan ke Warga Aceh

0
PNM PEDULI BENCANA UTAMA

Seorang Relawan PNM menyerahkan bantuan kepada warga Aceh korban Banjir. (Foto- Humas PNM).

Sebulan setelah banjir dan longsor melanda sejumlah wilayah di Aceh, dampak bencana masih dirasakan kuat oleh masyarakat, terutama keluarga prasejahtera yang menggantungkan hidup dari usaha kecil.

Di Aceh Tamiang, Peureulak, Kota Langsa, Kabupaten Pidie hingga Bireuen, sebagian warga masih berjuang memulihkan kehidupan di tengah keterbatasan.

Saat perhatian publik mulai mereda, kebutuhan masyarakat justru masih tinggi. Menyadari kondisi tersebut, relawan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) kembali turun langsung ke berbagai titik terdampak untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan.

Relawan PNM menyusuri rumah-rumah warga serta mendatangi posko pengungsian guna memastikan bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Kehadiran mereka menjadi penguat di masa pemulihan, terutama bagi warga yang terdampak cukup parah dan belum sepenuhnya bangkit.

Dalam penyaluran bantuan kali ini, relawan banyak bertemu dengan nasabah PNM Mekaar yang turut terdampak bencana. Sebelum banjir, sebagian besar dari mereka mengandalkan warung kecil, usaha rumahan, atau aktivitas ekonomi mikro untuk mencukupi kebutuhan keluarga.

 

Foto Ilustrasi -Sejumlah Petugas dan Relawan PNM menuju perkampungan yang sempat dilanda tanah longsor dan banjir di Aceh.

Namun banjir yang datang secara tiba-tiba merendam rumah sekaligus tempat usaha. Peralatan rusak, stok dagangan hilang, dan kegiatan usaha terhenti. Hingga kini, banyak yang masih kesulitan memulai kembali usaha karena keterbatasan modal dan perlengkapan.

Selain menyalurkan bantuan kebutuhan sehari-hari, relawan PNM juga menyempatkan diri berbincang dengan warga. Di lapangan, keluhan tentang lambatnya pemulihan ekonomi menjadi cerita yang kerap ditemui, terutama bagi keluarga yang bergantung pada penghasilan harian.

Sekretaris Perusahaan PNM, L. Dodot Patria Ary, mengatakan kehadiran kembali relawan PNM dilandasi kesadaran bahwa dampak bencana tidak berhenti saat banjir surut.

“Sebulan setelah kejadian, kami melihat langsung bahwa banyak masyarakat dan nasabah kami masih berjuang. Kehadiran relawan diharapkan dapat membantu meringankan beban sekaligus memberi semangat agar mereka bisa kembali bangkit,” ujarnya.

Bencana banjir dan longsor di Aceh Tamiang dan wilayah lainnya menjadi pengingat bahwa proses pemulihan membutuhkan waktu dan pendampingan berkelanjutan. Bagi masyarakat kecil, dampak bencana bisa terasa panjang dan berlapis.

Di tengah proses tersebut, kehadiran relawan dan bantuan yang terus mengalir menjadi salah satu penopang penting agar warga tidak kehilangan harapan dan dapat kembali menata kehidupan serta usaha mereka ke depan.(Olpah Sari).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!