Bank Kalsel dan Ukuran Pembangunan Yang Nyata
Karikatur Ilustrasi - Keterangan resmi sejumlah direksi kepada awak media. (Foto - Tim Redaksi).
Oleh : Muhammad Risanta SE MM
Bank pembangunan daerah kerap dinilai dari besaran laba dan aset semata. Padahal ukuran sejatinya jauh lebih mendasar, yakni sejauh mana kehadirannya memberi dampak nyata bagi perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam konteks inilah, kinerja Bank Kalsel sepanjang Januari hingga 2025 menarik untuk dibaca secara lebih jernih dan kritis.
Sebagai jurnalis ekonomi, saya melihat Bank Kalsel tidak sekadar mencatat pertumbuhan, tetapi membangun konsistensi. Aset yang menembus lebih dari Rp35 triliun dan dana pihak ketiga mendekati Rp28 triliun bukan sekadar angka statistik, melainkan cerminan kepercayaan publik yang terjaga.
Kepercayaan adalah mata uang paling mahal dalam industri perbankan, dan Bank Kalsel berhasil merawatnya di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Dari sudut pandang akademis, capaian tersebut menunjukkan fungsi intermediasi yang berjalan sehat. Modal inti di atas Rp3 triliun memberi ruang ekspansi yang memadai sekaligus bantalan risiko yang kuat. Ini penting, sebab bank daerah tidak boleh tumbuh agresif tanpa fondasi modal yang kokoh. Bank Kalsel tampaknya memahami betul prinsip kehati-hatian ini.
Laba bersih yang meningkat secara bertahap sepanjang 2025 memperlihatkan kualitas pertumbuhan. Tidak ada lonjakan spektakuler yang rapuh, tetapi ada kesinambungan yang mencerminkan manajemen risiko dan efisiensi operasional.

Dalam teori perbankan, stabilitas jangka panjang jauh lebih bernilai dibanding profit sesaat. Bank Kalsel berada di jalur yang benar dalam hal ini.
Yang sering luput dari sorotan adalah kontribusi bank daerah terhadap fiskal dan ekonomi lokal. Dividen puluhan miliar rupiah yang disetorkan ke pemerintah daerah bukan sekadar kewajiban pemegang saham, tetapi instrumen pembangunan. Dana tersebut kembali ke masyarakat dalam bentuk layanan publik, infrastruktur, dan program sosial. Di sinilah peran strategis bank daerah menemukan maknanya.
Lebih penting lagi, Bank Kalsel memainkan peran nyata dalam pembiayaan ekonomi lokal, terutama UMKM. Bank daerah memiliki keunggulan yang tidak dimiliki bank besar nasional, yakni kedekatan sosiologis dan pemahaman terhadap struktur ekonomi lokal. Ketika kredit mengalir ke sektor perdagangan, jasa, dan usaha kecil, dampaknya langsung terasa pada denyut ekonomi masyarakat.
Transformasi digital yang dijalankan Bank Kalsel juga patut dibaca sebagai upaya adaptasi struktural. Digitalisasi bukan semata mengikuti tren, tetapi memperluas inklusi keuangan dan meningkatkan efisiensi. Dari perspektif ekonomi pembangunan, akses ke layanan keuangan adalah prasyarat penting bagi pertumbuhan yang lebih merata.
Penghargaan nasional yang diraih Bank Kalsel memang memberi legitimasi eksternal, namun esensi keberhasilannya terletak pada konsistensi kinerja dan dampaknya. Bank ini tidak hanya tumbuh untuk dirinya sendiri, tetapi tumbuh bersama daerah yang dilayaninya.
Pada akhirnya, Bank Kalsel memberi pelajaran penting bahwa bank pembangunan daerah tidak harus memilih antara sehat secara bisnis atau berpihak pada pembangunan. Keduanya bisa berjalan seiring jika dikelola dengan visi dan disiplin.
Dari kacamata jurnalis ekonomi dan akademisi, Bank Kalsel layak disebut sebagai salah satu Bank Pembangunan Daerah terbaik karena mampu membuktikan bahwa pembangunan bukan slogan, melainkan kerja nyata yang terukur dan berdampak.
Lebih dari sekadar institusi keuangan, Bank Kalsel hari ini adalah cermin dari harapan bahwa pembangunan daerah dapat dimulai dari rumah sendiri. Ketika bank daerah dikelola secara profesional, berani bertransformasi, dan tetap berpijak pada kepentingan masyarakat, maka ekonomi daerah tidak hanya tumbuh, tetapi juga menemukan arah dan martabatnya.
Memang pada titik inilah, Bank Kalsel tidak sekadar mencatat kinerja, melainkan menanamkan kepercayaan tentang masa depan Banua yang dibangun dari kekuatan lokal.Harapan yang selalu disandangkan untuk kesejahteraan bersama,seperti Setia Melayani, Melaju Bersama.

