Jejak Hangat “Leader” Agus Pahlevi

0
VIETNAM PANSIFAN

Agus Pahlevi, saat berada di kawasan Fansipan, Vietnam dalam perjalanan "belajar" manajemen pariwisata lintas negara dalam mendorong kunjungan wisatawan ke Indonesia.

Orang bijak selalu berkata “Ada orang yang hadir bukan untuk mencari sorotan”. Ia datang dengan langkah tenang. Orang ini bekerja tanpa banyak suara. Namun kehadirannya meninggalkan rasa hangat yang sulit dilupakan.

Sosok itu adalah Agus Pahlevi. Empat tahun memimpin dunia pariwisata melalui ASPPI ia membuktikan bahwa kepemimpinan yang paling kuat justru lahir dari hati yang sederhana.

Ketika pandemi mengguncang pariwisata Indonesia hampir semua orang kehilangan pegangan. Pelaku wisata yang biasanya menyambut tamu dari berbagai penjuru dunia mendadak harus berhadapan dengan hari hari tanpa aktivitas.

Kisah panjang menjadi sisi lain perjalanan seorang leader, dari keluarga sederhana di pulau Belitung. Agus tak mengelak kisah tersembunyi yang menghadapkan dirinya dalam masa-masa sulit di awal pandemi Covid-19.

Ada keluarga yang pendapatannya hilang. Ada usaha kecil yang hampir runtuh. Ada pemandu wisata yang kembali ke kampung halaman tanpa tahu harus melakukan apa. Dalam getir yang panjang itu suara Agus menjadi penenang. Agus menyapa para anggota dengan cara yang sangat manusiawi. Membuka ruang bicara. Menguatkan. Mengingatkan untuk tidak menyerah.

 

 Agus Pahlevi, saat memberikan keterangan pers dalam Indonesia Travel Mart 2023 di Jakarta. sebagai Ketua Umum ASPPI dia memberikan gagasan terbaik membangun peradaban spirit pariwisata.(Foto-Risanta).

Memang lelaki humble dan bermata lembut, memimpin bukan dari balik meja. Ia turun langsung ke daerah daerah menyambangi pelaku wisata yang sedang berjuang. Ia mendengar kisah mereka tanpa terburu buru.

Dari ruang tamu sederhana hingga warung kecil tempat para penggiat wisata berdiskusi ia hadir sebagai teman. Kehadiran itu membangun rasa percaya bahwa organisasi ini bukan hanya wadah tetapi juga rumah bagi semua orang yang berada di dalamnya.

Di masa paling berat Agus merawat kebersamaan. Ia memperkuat ikatan antar daerah. Ia mendorong agar pelaku wisata tidak hanya menunggu keadaan pulih tetapi berani berinovasi meski serba terbatas.

Perlahan semangat itu menyebar. Seperti api kecil yang ditiup angin hangat kebangkitan pariwisata mulai terasa. Dan di balik setiap cerita ketahanan itu ada jejak kehadiran Agus yang terus memotivasi.

Empat tahun Agus memimpin ASPPI bukan untuk mencari kemenangan pribadi. Ia memimpin agar lebih banyak orang bangkit dari keterpurukan. Pria yang membawa persahabatan dan persaudaraan dalam visi hidup, membuktikan bahwa kepemimpinan sejati bukan soal jabatan tetapi soal kemampuan menjaga orang lain tetap berdiri ketika dunia sedang goyah.

Ia menjaga nyala itu dengan kesabaran. Dengan ketulusan. Dengan keberanian untuk tetap berada di tengah tengah anggotanya.

Munas ASPPI keenam di Palembang menjadi babak baru dalam perjalanan organisasi. Hasil musyawarah menetapkan sahabatnya Aswani Awi sebagai ketua umum yang baru. Agus menerima keputusan itu dengan hati yang lapang. Tidak ada raut kecewa. Tidak ada suara yang meninggikan ego.Bagaikan harmoni indah, persahabatan bagai kepompong, begitu larik lagu anak muda Sindentosca di tahun 2007.

Yang tampak hanya pelukan hangat dan senyuman yang menyiratkan bahwa perjuangan tidak pernah berhenti meski tongkat estafet berpindah tangan.Sebuah nilai sejarah tercatat dalam romantisme malam di tanggal 3 Desember 2025.

Sikap itu membuat banyak orang terdiam. Dalam sekejap semua orang menangkap pelajaran penting. Bahwa kebesaran seorang pemimpin terlihat bukan saat ia menang tetapi saat ia menerima perubahan dengan jiwa besar dan tetap mendukung kelanjutan perjalanan yang telah ia rintis. Di sanalah jejak hangat Agus kembali terasa. Jejak yang mengajarkan bahwa organisasi ini berdiri atas dasar saling menguatkan.

Kini ketika masa kepemimpinannya telah selesai hangatnya langkah Agus tetap terasa. Ia mungkin tidak lagi berada di posisi terdepan tetapi pengaruhnya tetap hidup dalam semangat para anggotanya.

Setiap cerita kebangkitan pariwisata. Setiap usaha yang kembali berjalan. Setiap tempat wisata yang kembali ramai. Semuanya terselip sedikit cahayanya.

Jejak hangat Agus Pahlevi tidak akan mudah pudar. Ia meninggalkan lebih dari sekadar program kerja. Ia meninggalkan rasa saling percaya. Rasa bahwa kita tidak sendiri….tidak sendiri.

Rasa bahwa akan ada tangan yang terulur ketika keadaan tak bersahabat. Jejak itu kini menjadi bagian dari perjalanan panjang ASPPI. Jejak yang terus menyala membawa pengingat bahwa kepemimpinan terbaik selalu lahir dari hati yang tulus.

Dan selama jejak itu tetap hidup upaya membangun pariwisata Indonesia akan selalu menemukan jalannya.Terima kasih kawan..!. (Risanta).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!