BSI Gandeng Kementerian Haji untuk Layanan Haji 2026

0
KERJASAMA HAJI

Penandatanganan nota kesepahaman Memorandum of Understanding (MoU) dilakukan oleh Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo (kanan) dengan Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf (kiri) di Jakarta..(Foto-Humas BSI).

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi (Kemenhaj) untuk meningkatkan kualitas layanan keuangan bagi jamaah haji Indonesia. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) berlangsung di Jakarta dan menjadi langkah awal penguatan layanan haji untuk musim 2026.

MoU tersebut ditandatangani Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo dan Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf. Kolaborasi ini mencakup dukungan layanan transaksi keuangan kelembagaan dalam penyelenggaraan haji dan umrah, perluasan akses layanan perbankan bagi calon jamaah, serta pemanfaatan produk dan layanan syariah BSI.

Penandatanganan ini juga menandai dimulainya persiapan layanan haji 2026. Pemerintah telah menetapkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (Bipih) 2026 sebesar Rp87,409 juta per jamaah, dengan rata-rata pembayaran jamaah Rp54,193 juta dan sisanya berasal dari nilai manfaat dana haji. Bipih 2026 lebih rendah sekitar Rp2 juta dibanding tahun sebelumnya. Proses pelunasan Bipih diperkirakan dimulai pada pekan keempat November 2025.

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menyebut kerja sama ini sebagai momentum penting untuk memperkuat layanan haji Indonesia yang setiap tahun menjadi salah satu dengan jamaah terbesar di dunia.

“Kami berkomitmen menyediakan layanan perbankan syariah yang cepat, aman, dan terintegrasi dengan sistem di Arab Saudi sehingga jamaah dapat beribadah dengan tenang serta melakukan transaksi secara aman,” ujarnya.

Untuk mendukung pelunasan biaya haji, BSI menghadirkan berbagai kanal layanan, baik offline, online, maupun melalui jaringan BSI Agen yang tersebar di seluruh Indonesia.

Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan komitmen Arab Saudi dalam meningkatkan pelayanan bagi jamaah Indonesia.

“Sebagai negara dengan jumlah jamaah terbesar, peningkatan pelayanan bagi Indonesia menjadi prioritas utama kami,” katanya.

Ia berharap sinergi dengan BSI sebagai bank syariah terbesar di Indonesia dapat memberi kemudahan layanan bagi jamaah baik di Tanah Air maupun di Tanah Suci.

BSI kini menjadi pemimpin pasar layanan keuangan haji di Indonesia. Sekitar 83 persen calon jamaah memilih layanan BSI untuk proses keberangkatan. Dari sisi tabungan haji, BSI mengelola lebih dari 6,7 juta rekening, dan 51 persen di antaranya telah masuk daftar tunggu keberangkatan.

Anggoro menegaskan BSI terus mendorong masyarakat mempersiapkan dana haji sejak dini serta memperkuat digitalisasi layanan melalui BSI e-channel, termasuk 1.130 kantor cabang, 5.969 ATM, lebih dari 100 ribu BSI Agen, mobile banking BYOND by BSI, dan BSI Net.

“Digitalisasi layanan haji adalah strategi kami untuk memastikan akses layanan yang mudah, aman, dan realtime sesuai prinsip syariah,” katanya lagi.

Dengan ekosistem layanan yang makin lengkap, calon jamaah dapat melakukan seluruh aktivitas perbankan terkait haji kapan saja dan di mana saja tanpa harus datang ke kantor cabang.(Olpah Sari).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!