Kalsel Mantapkan Branding Produk Lokal di CoE 2026
Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Ahmad Bagiawan bersama pejabat lainnya icip-icip kuliner Banjar. (Foto-MC Kalsel).
Provinsi Kalimantan Selatan kembali menunjukkan keseriusannya mengangkat produk lokal ke panggung nasional. Peluncuran Calendar of Event (CoE) South Kalimantan 2026 di Teras Malioboro 1, Yogyakarta, menjadi penanda babak baru promosi ekonomi kreatif Banua. Tidak hanya memamerkan budaya dan destinasi wisata, CoE kali ini diposisikan sebagai motor penggerak UMKM untuk melesat lebih jauh.
Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan (Disdag Kalsel) menegaskan bahwa CoE 2026 adalah momentum strategis untuk memperkuat identitas dan daya saing produk lokal. Spiritnya jelas, UMKM Banua harus tampil lebih kuat, lebih berani, dan lebih dikenal publik luas.
Kepala Disdag Kalsel, Ahmad Bagiawan, kepada awak media di Yogyakarta mengatakan bahwa era baru promosi produk Banua sudah dimulai.
“CoE 2026 adalah ruang besar kita untuk memperlihatkan kekuatan UMKM Kalsel. Ini bukan hanya soal tampil, tetapi soal bagaimana produk kita bisa dilirik, dipilih, dan dipercaya pasar. Sasirangan, kuliner khas, hingga produk olahan unggulan harus tampil lebih modern dan siap bersaing,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Disdag Kalsel tidak ingin UMKM berjalan sendiri. Dukungan penuh diberikan melalui penguatan brand, peningkatan kualitas, hingga strategi pemasaran yang lebih adaptif terhadap tren digital.
“Kami ingin UMKM Banua punya cerita kuat, punya karakter, dan punya nilai jual. Branding itu bukan sekadar logo atau kemasan, tapi identitas. Dan identitas itulah yang akan kita perkuat di CoE 2026,” tegas Bagiawan.
Disdag Kalsel juga menyiapkan berbagai program untuk memperluas akses pasar, termasuk pendampingan UMKM, pengembangan ekspor, dan keterlibatan dalam pameran berskala besar. Melalui pendekatan yang lebih terstruktur ini, pemerintah berharap produk Kalsel dapat menembus pasar luar daerah hingga pasar internasional.
Peluncuran Calendar Of Event Pariwisata 2026 menjadi sinyal kuat bahwa Kalimantan Selatan siap tampil lebih kompetitif, lebih kreatif, dan lebih terbuka terhadap peluang global. Dengan kekayaan budaya, keunikan kuliner, dan semangat UMKM Banua, momentum acara ini diharapkan menjadi titik lonjakan bagi kebangkitan ekonomi daerah.(Olpah Sari).
