Berkarya Sekarang, Menginspirasi Selamanya

1
ARIFIN SARINAH

Arifin dan kawan-kawan pengrajin saat berkumpul di depan Sarinah Tharim, Jakarta.(Foto-Dok Pribadi).

Jiwa Entrepreneur di Usia Muda, Kisah Muhammad Arifin dari Banjarmasin

Di antara tumpukan sampah di pinggiran Kota Banjarmasin, seorang remaja bernama Muhammad Arifin dulu sering membantu ayahnya memulung. Plastik, ban bekas, botol air mineral.

Semuanya menjadi saksi perjalanan hidup yang keras, tetapi justru melahirkan daya juang luar biasa. Dari tempat yang kerap dianggap tak berharga, Arifin menemukan nilai yang paling berharga,sebuah semangat untuk berkarya dan mengubah keadaan.

Kini, siapa sangka pemuda yang dulunya mengais rezeki dari limbah itu tumbuh menjadi sosok inspiratif, dikenal sebagai Pemuda Pelopor dan pendiri Rumah Kreatif Pintar di Banjarmasin.

 

Arifin menjelaskan produk-produk dia dan teman-temannya selalu menggunakan bahan ramah lingkungan. (Foto-Dok Pribadi).

Di rumah sederhana yang ia sulap menjadi bengkel ide dan karya, Arifin membuktikan bahwa entrepreneur sejati bukan dilahirkan dari modal besar, tetapi dari keberanian untuk memulai dan ketekunan menghadapi kegagalan.

“Jangan takut gagal, karena gagal itu bagian dari proses belajar. Yang penting, terus bergerak dan jangan berhenti mencoba,” ujarnya suatu kali dalam sesi pelatihan untuk anak muda putus sekolah.

Rumah Kreatif Pintar bukan sekadar tempat belajar membuat kerajinan. Ia adalah ruang hidup baru bagi banyak orang yang sempat kehilangan arah.Tengoklah mantan terpidana narkoba, anak putus sekolah, hingga penyandang disabilitas dan tuna rungu. Di tangan Arifin, mereka bukan lagi dipandang sebagai “beban sosial”, tetapi sumber potensi kreatif yang luar biasa.

Dari hasil pendampingan itu, berbagai karya lahir. Kain sasirangan buatan kaum difabel Banjarmasin kini tak hanya dipamerkan di lokal, tetapi sudah menembus Sarinah Thamrin Jakarta, etalase produk kreatif nasional. Beberapa produk lainnya bahkan ikut meramaikan ajang SMESCO dan INACRAFT, dua pameran bergengsi bertaraf internasional.

 

Sebagian produk olahan anak didik Arifin kini terpajang dalam etalase khusus Sarinah Thamrin, Jakarta, yang selalu berkelas. (Foto-Dok Pribadi).

Semuanya bermula dari ban bekas dan botol plastik bahan yang dulu dianggap sampah, kini menjelma jadi barang bernilai seni dan ekonomi tinggi. Di tangan Arifin, limbah menjadi simbol perubahan. Ia mengajarkan bahwa berkarya tidak menunggu kaya, tapi dimulai dari apa yang ada di tangan.

Kisah Arifin adalah potret nyata tentang jiwa entrepreneur sejati di usia muda. Ia tak hanya membangun usaha, tapi juga membangun manusia. Ia tidak sekadar menciptakan produk, tapi menyalakan harapan.

Dan dari perjalanannya, kita belajar satu hal penting:

Berkarya sekarang bukan hanya tentang hari ini, tapi tentang inspirasi yang akan hidup selamanya.(M.Irfani).

Muhammad Irfani, Jurnalis Economic Travelling.Com

1 thought on “Berkarya Sekarang, Menginspirasi Selamanya”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!