Bupati Batola Ajak Warga Kurangi Ketergantungan Beras

0
LOMBA MEMASAK PANGAN LOKAL

Bupati Bahrul Ilmi menyoroti pola konsumsi masyarakat yang masih bergantung pada beras sebagai sumber karbohidrat utama. (Foto - Dok Humas Pemkab Batola).

Pemerintah Kabupaten Barito Kuala terus mendorong masyarakat untuk lebih bijak dalam pola konsumsi pangan. Bupati Barito Kuala, H. Bahrul Ilmi, menegaskan pentingnya diversifikasi pangan sebagai langkah nyata mewujudkan ketahanan pangan dan peningkatan gizi masyarakat.

Hal ini disampaikan Bupati saat menghadiri Lomba Menu Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) tingkat Kabupaten Barito Kuala yang digelar di Aula Selidah Marabahan, Kamis (23/10/2025). Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Barito Kuala, dan diikuti 16 kecamatan se-Barito Kuala.

Bupati Bahrul Ilmi menyoroti pola konsumsi masyarakat yang masih bergantung pada beras sebagai sumber karbohidrat utama. Menurutnya, hal ini perlu diubah dengan memperluas pemanfaatan bahan pangan lokal seperti umbi-umbian, jagung, sayur, dan buah-buahan.

“Pemerintah mendorong masyarakat untuk lebih memanfaatkan potensi pangan lokal agar gizi terpenuhi dan ketergantungan terhadap satu jenis pangan dapat dikurangi,” tegasnya.

Bupati juga menekankan bahwa pemenuhan pangan beragam, bergizi, seimbang, dan aman (B2SA) adalah kunci membentuk sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berkualitas. Ia berharap kegiatan seperti lomba menu B2SA dapat menumbuhkan kesadaran dan kreativitas masyarakat dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi sajian bergizi dan bernilai ekonomi.

Sementara itu, Kepala DKPP Barito Kuala, Suwartono Susanto, menjelaskan bahwa lomba B2SA merupakan langkah nyata dalam mendukung kemandirian pangan daerah.

“Barito Kuala memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan. Potensi ini harus terus dikembangkan agar memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Lomba tahun ini dibagi dalam dua kategori, yaitu Menu Makan Siang untuk Balita dan Ibu Hamil serta Olahan Pangan Lokal Bernilai Komersial.
Setelah melalui penilaian ketat oleh dewan juri dari Indonesian Chef Association (ICA) Kalimantan Selatan dan unsur TP PKK, Kecamatan Tabukan berhasil keluar sebagai Juara Umum Lomba Menu B2SA 2025, menyapu dua gelar juara pertama di masing-masing kategori.

Kemeriahan lomba menjadi bukti bahwa potensi pangan lokal di Barito Kuala bukan hanya sumber gizi, tetapi juga peluang ekonomi yang menjanjikan.

Dengan semangat tersebut, Bupati Bahrul Ilmi berharap masyarakat Barito Kuala terus menumbuhkan budaya makan sehat berbasis pangan lokal, sebagai wujud kemandirian dan kekuatan pangan daerah.(Olpah Sari).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!