Batola Dorong Desa Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru
Foto - Dok Humas Pemkab Batola.
Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Batola) terus memperkuat komitmennya dalam membangun kemandirian ekonomi desa sebagai bagian dari strategi pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Komitmen tersebut kembali ditegaskan oleh Bupati Barito Kuala H. Bahrul Ilmi saat membuka Pelatihan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bagi kepala desa dan pengurus BUMDes se-Kecamatan Anjir Muara Tahun 2025, yang digelar di Hotel Victoria Banjarmasin, Selasa (21/10/2025).
Kegiatan pelatihan yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Barito Kuala ini berlangsung selama tiga hari, dari 21 hingga 23 Oktober 2025, dan diikuti oleh seluruh kepala desa serta pengurus BUMDes se-Kecamatan Anjir Muara.
Tujuannya adalah memperkuat kapasitas dan profesionalisme aparatur desa dalam mengelola potensi ekonomi lokal agar mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi di tingkat desa.
Bupati Barito Kuala H. Bahrul Ilmi menegaskan bahwa pembangunan desa merupakan pilar penting dalam menciptakan kemandirian ekonomi daerah. Ia menyebut, desa harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang tidak hanya bergantung pada sumber daya alam, tetapi juga mampu mengembangkan usaha berbasis potensi lokal melalui BUMDes.
“Desa harus menjadi kekuatan baru ekonomi Batola. BUMDes adalah instrumen penting untuk menggerakkan potensi yang ada di masyarakat agar bernilai tambah dan memberi manfaat langsung bagi warga desa,” ujar Bupati.
Bupati juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dalam memperkuat ekosistem ekonomi desa. Menurutnya, keberhasilan pembangunan ekonomi desa tidak hanya diukur dari pertumbuhan usaha, tetapi juga dari seberapa besar BUMDes mampu membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan warga.
“BUMDes ini bisa menjadi langkah awal menuju ekonomi desa yang mandiri. Pemerintah dan masyarakat harus berjalan beriringan agar penghapusan kemiskinan di Barito Kuala bisa segera terwujud,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati mengungkapkan bahwa pemerintah daerah tengah menyiapkan program penguatan permodalan BUMDes melalui dana bergulir sebesar Rp200–250 juta per desa. Dukungan tersebut diberikan agar setiap BUMDes mampu mengembangkan unit usaha produktif secara profesional, transparan, dan berkelanjutan.
Sementara itu, Camat Anjir Muara Hajjah Titien Hariyati menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi momentum penting untuk membangun tata kelola BUMDes yang baik.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan bahwa BUMDes tidak hanya berjalan, tetapi mampu berlari menjadi motor penggerak kemajuan ekonomi desa,” ujarnya.
Kegiatan pembukaan pelatihan ditandai dengan pengalungan tanda peserta oleh Bupati Barito Kuala, dilanjutkan dengan sesi foto bersama para peserta dan tamu undangan.
Melalui langkah strategis ini, Pemerintah Kabupaten Barito Kuala meneguhkan arah kebijakan pembangunan desa berbasis ekonomi kerakyatan. Desa tidak lagi hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi menjadi pelaku utama dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang mandiri, produktif, dan berdaya saing di tingkat daerah.(Olpah Sari).
