Segarnya Es Boba, Minuman Kekinian Anak Muda

0
SYAHRIL MADIHIN BOBBA UTAMA

Dua sahabat pemadihinan Kalsel, Syahril Unyu dan Fadil Bramasta, menikmati es boba.(Foto - Koleksi Pribadi).

Di sebuah siang yang terik di Banjamasin, langkah kaki kita kerap berhenti di depan kafe modern, booth kecil di mall, atau bahkan gerobak sederhana yang berjejer di pinggir jalan. Satu hal yang sama mengikatnya, deretan gelas plastik transparan berisi minuman manis dengan bola-bola hitam kenyal di dasar gelas. Dialah es boba, atau bubble tea, yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan anak muda.

Padahal, awalnya boba hanyalah minuman sederhana dari Taiwan, lahir pada 1980-an. Perpaduan teh, susu, gula, dan bola tapioka itu perlahan melanglang buana. Gelombang besar popularitasnya masuk ke Indonesia sekitar satu dekade lalu, meledak pada 2018–2019, dan kini seakan menjadi ikon generasi muda.

Apa sih yang membuat boba begitu digandrungi? Jawabannya ada pada sensasi. Minum boba bukan hanya soal meneguk teh manis bercampur susu dingin, melainkan juga soal mengunyah bola-bola kenyal yang memberi pengalaman berbeda di lidah. Ada perpaduan antara cairan lembut dan tekstur padat yang membuat setiap tegukan terasa istimewa.

Bahkan, sebagian anak muda menyebut boba sebagai comfort drink, teman terbaik ketika sedang stres dengan tugas kuliah atau pekerjaan. Minuman ini memberi “hiburan kecil” yang bisa mengangkat suasana hati.

“Kalau bagi ulun (saya,red) minuman ini menjadi teman saat mencari ide-ide segar untuk pertunjukan, terkadang dari rumah dibawa ke kos Fadil (seniman muda madihin).Kaya ritual sosial anak muda hehehe, “ tutur Pemadihinan Banua, Syahril.

 

Pemadihinan Syahril, selalu menyempatkan diri mengkonsumsi es Boba di sela-sela kegiatan manggung dan kunjungan kerja ke sejumlah daerah.

Pria yang dikenal sebagai pembawa Madihin Genre Beatbox, menyebutkan boba bukan sekadar pelepas dahaga, melainkan ritual sosial. Nongkrong di kafe boba jadi alasan untuk bertemu teman, mengerjakan tugas kelompok, atau sekadar berfoto estetik untuk diunggah ke media sosial.

“Fenomena ini mencerminkan betapa minuman bisa bertransformasi menjadi medium gaya hidup. Sama seperti kopi di kedai kekinian yang jadi simbol intelektualitas dan diskusi, boba menjelma simbol keceriaan, kreativitas, dan kebersamaan,” tambah pria yang sering mendapat job madihin ke sejumlah kota di Indonesia.

Tren boba tidak hanya soal rasa, tapi juga soal angka. Menurut laporan Research and Markets (2022), pasar bubble tea global bernilai lebih dari US$ 3 miliar dan diproyeksikan terus tumbuh dengan laju lebih dari 7 persen per tahun.

Indonesia menjadi salah satu pasar yang potensial. Generasi Z dan milenial adalah konsumen utama, terutama karena mereka lekat dengan budaya nongkrong dan tren digital. Aplikasi food delivery pun mencatat boba sebagai salah satu minuman paling banyak dipesan di kota-kota besar, bersaing ketat dengan kopi susu gula aren.

 

Kompak menikmati Es Boba selesai pertunjukkan madihin.
Tren mengkonsumsi boba juga tak hanya untuk kalangan anak muda, orang dewasa pun menyukainya dan menjadi teman diskusi.

“Dengan tren ini, boba bukan hanya gaya hidup, tapi juga penggerak ekonomi kreatif. Banyak UMKM membuka gerai boba lokal dengan inovasi rasa,  dari boba gula aren, matcha, cokelat, hingga boba dengan sentuhan rasa nusantara seperti klepon atau pandan,”ungkap Adista Anjar Diany, Dosen STIE Pancasetia.

Nurul mahasiswi di Banjarmasin, mengaku hampir tiap minggu menyempatkan diri untuk minum boba.

“Rasanya kayak mood booster. Kalau lagi capek sama tugas kuliah, biasanya janjian sama teman-teman ke kedai boba. Bukan cuma minumnya yang enak, suasananya juga bikin betah,” ujarnya sambil tertawa.

Bagi Nurul, boba adalah alasan untuk berhenti sejenak dari rutinitas yang padat. Bagi teman-temannya, boba adalah cara untuk merayakan kebersamaan dengan sederhana. Dari cerita-cerita semacam inilah, boba punya makna yang lebih luas daripada sekadar minuman kekinian.(Ridzky Husna).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!