Memahami SLIK,  Mengenal “Rapot Keuangan” Kita

0
MUHAMMAD RISANTA BARU

Penulis adalah Redaktur Pelaksana - Ekonomi Bisnis Economic Travelling.Com & Akademisi.

Oleh : Muhammad Risanta SE MM

Pernahkah Anda mendengar istilah SLIK? Mungkin masih terdengar asing bagi sebagian orang, tapi sebenarnya sistem ini cukup dekat dengan kehidupan sehari-hari, terutama ketika kita berurusan dengan pinjaman atau kredit.

SLIK adalah singkatan dari Sistem Layanan Informasi Keuangan. Sistem ini dikelola oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan isinya mirip dengan rapot keuangan kita. Di dalamnya tercatat informasi mengenai pinjaman, cicilan, riwayat pembayaran, hingga profil kredit seseorang.

Dulu, sebelum ada SLIK, masyarakat lebih mengenal istilah BI Checking. Nah, SLIK ini bisa dibilang “versi barunya” yang lebih lengkap dan kini digunakan oleh semua lembaga keuangan.

Kenapa SLIK itu Penting?

Bayangkan Anda ingin mengajukan kredit motor, KPR rumah, atau pinjaman modal usaha ke bank. Apa yang dilakukan pihak bank? Mereka tidak langsung memberikan pinjaman. Pertama-tama, mereka akan menilai dulu apakah Anda layak diberikan pinjaman.

Nah, di sinilah SLIK berperan. Bank atau lembaga keuangan akan membuka data SLIK untuk melihat rekam jejak Anda. Apakah sebelumnya Anda pernah meminjam uang?, Apakah cicilannya lancar atau sering telat bayar? Apakah pinjaman sudah lunas atau masih menunggak?

Jika catatan Anda bagus, artinya cicilan selalu tepat waktu dan tidak pernah macet, kemungkinan besar pengajuan kredit Anda disetujui. Sebaliknya, kalau catatan SLIK Anda “merah” karena sering telat bayar, lembaga keuangan bisa ragu untuk memberikan pinjaman baru.

 

Media Update Bersama OJK setiap bulan, menjadi ajang berbagi informasi dan menanamkan pemahaman seputar pengetahuan keuangan.

Dalam berbagai pertemuan diskusi dengan Pimpinan OJK Kalsel, Agus Maiyo dan kawan-kawan media, ternyata pada bulan April sesuai laporan OJK  menerima 5.138 permintaan layanan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).

Masyarakat meminta layanan SLIK ke OJK untuk mengetahui dan memastikan riwayat kredit mereka sebelum mengajukan pinjaman, sehingga dapat mempermudah proses pengajuan kredit, mencegah penolakan, dan menjaga reputasi kredit di masa depan. SLIK OJK menyediakan informasi riwayat kredit debitur secara gratis dan mudah diakses melalui berbagai kanal, termasuk aplikasi iDebKu dan situs web konsumen.ojk.go.id. 

Mengapa Kita Harus Tahu SLIK?

Ada beberapa alasan kenapa masyarakat perlu mengenal dan paham soal SLIK

Sebagai cermin keuangan pribadi
Dengan mengetahui isi SLIK, kita bisa menilai diri sendiri: apakah kita sudah disiplin membayar kewajiban, atau justru sering menunda.

Agar lebih bijak berutang
Tidak jarang orang mengambil pinjaman tanpa memperhitungkan kemampuan. SLIK membantu kita sadar bahwa setiap utang akan tercatat, dan bisa memengaruhi masa depan keuangan.

Untuk memperlancar pengajuan kredit
SLIK adalah kunci apakah kredit disetujui atau tidak. Jadi, semakin baik catatan di SLIK, semakin besar peluang pengajuan pinjaman diterima.

Mencegah masalah di kemudian hari
Kadang, ada orang yang baru tahu catatan SLIK-nya buruk ketika hendak mengajukan KPR atau pinjaman lain. Kalau sejak awal sudah tahu, kita bisa memperbaiki catatan itu dulu.

Lalu bagaimana kita mengecel SLIK?, Sekarang, mengecek SLIK tidak sulit. Cukup datang ke kantor OJK atau melalui layanan daring yang sudah disediakan. Kita tinggal menyiapkan dokumen seperti KTP untuk individu, lalu mengajukan permohonan. Prosesnya gratis dan resmi. Jika ingin lebih lengkap bisa mengakses SLIK permintaannya melalui idebku.ojk.go.id.

SLIK itu Rapot, Jangan Sampai Bernoda. Pada akhirnya, SLIK ibarat rapot keuangan yang selalu terbuka. Setiap kali kita berurusan dengan kredit, rapot itu akan dibaca oleh pihak bank atau lembaga keuangan. Kalau catatan kita baik, jalannya lancar. Kalau catatannya buruk, bisa jadi kita kesulitan mendapat pinjaman baru.

Jadi, memahami SLIK bukan hanya urusan orang yang mau kredit saja. Ini juga soal membangun kebiasaan sehat dalam mengatur keuangan, disiplin membayar kewajiban, dan menjaga kepercayaan.

Karena di dunia finansial, kepercayaan adalah modal utama. Dan SLIK adalah cermin yang menunjukkan seberapa besar kita bisa dipercaya.

*Penulis adalah Akademisi – Ahli Pers Dewan Pers

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!