Merah Putih Adalah Nafas, Gotong Royong Adalah Jati Diri

0
LURAH PEMURUS BARU

Penulis saat membagikan bendera merah putih untuk dikibarkan di kawasan Pemurus Luar dalam rangka menyambut HUT ke-80 Kemerdekaan RI dan Perayaan Hari Jadi ke-499 Kota Banjarmasin. (Foto-Dok Pribadi).

Sungguh beruntung rasanya mendapat pengayaan baru, bagaimana membangun spirit kebersamaan dan gotong royong dalam sebuah lomba Kampung Merah Putih atau Kamaratih. Sebagai warga eksistensi gerakan membangun kampung merah putih sungguh menginspirasi. Sungguh beruntung pula tahun ini kampung Kami terpilih dan masuk lima besar sebagai kampung merah putih se-kota Banjarmasin di tahun 2025.

Lomba Kampung Merah Putih di Banjarmasin bukanlah sekadar ajang perayaan kemerdekaan. Ia adalah sebuah pesan kuat, yang digaungkan dari setiap sudut kota, bahwa pembangunan sebuah bangsa tidak hanya diukur dari infrastruktur yang megah, melainkan dari kekuatan sosial yang terbangun di dalamnya. Di tengah derasnya arus globalisasi yang nyaris melunturkan nilai-nilai kebersamaan, Banjarmasin kini dihadapkan pada sebuah tantangan sekaligus kesempatan emas untuk menjadi percontohan nasional.

Pertanyaannya, peran apa yang harus dimainkan masyarakat agar spirit ini tidak hanya menjadi pajangan sesaat, melainkan nafas kehidupan yang abadi?

Era ini sering kali disebut sebagai era individualisme, di mana interaksi sosial digantikan oleh layar digital dan gotong royong terkadang hanya menjadi kenangan. Lomba Kampung Merah Putih hadir sebagai antidot. Dalam waktu singkat, ia berhasil membangkitkan kembali semangat kebersamaan yang terpendam. Namun, kekuatan sejati terletak pada kemampuan masyarakat untuk menjaga api ini terus menyala. Maka, peran masyarakat harus melampaui batas kompetisi.

Pertama, masyarakat harus melihat lomba ini sebagai titik awal, bukan titik akhir. Semangat kolaborasi yang muncul saat lomba harus dilanjutkan dalam rutinitas harian. Kelompok-kelompok kerja yang terbentuk untuk mengecat atau membersihkan harus dipertahankan dan diperluas fungsinya. Mereka bisa menjadi forum untuk mengatasi masalah lingkungan, keamanan, atau bahkan ekonomi di tingkat RT dan RW. Gotong royong harus menjadi sebuah gaya hidup yang praktis dan berkelanjutan.

 

Komplek Kelapa Dua Jalan Melati Indah RT.06 Kelurahan Pemurus Luar, Banjarmasin Timur menempati posisi lima besar Lomba Kampung Merah Putih 2025. (Foto – Risanta).

Kedua, masyarakat wajib menjadi penjaga nilai. Di tengah godaan pragmatisme, masyarakat harus secara aktif menanamkan kembali nilai-nilai nasionalisme dan gotong royong kepada generasi muda. Ini bisa dilakukan melalui kegiatan-kegiatan kecil namun bermakna, seperti cerita-cerita tentang perjuangan pahlawan di masa lalu, kerja bakti rutin yang melibatkan seluruh anggota keluarga, atau diskusi tentang bagaimana setiap kontribusi kecil dapat membangun bangsa. Dengan demikian, spirit Merah Putih tidak hanya menjadi simbol di hari raya, tetapi menjadi landasan etika dalam setiap tindakan.

Terakhir, masyarakat harus menjadi mitra strategis pemerintah. Warga tidak bisa lagi menunggu inisiatif dari atas. Mereka harus menjadi motor penggerak pembangunan dari bawah, yang tahu persis kebutuhan dan potensi di lingkungan mereka. Dengan semangat gotong royong, masyarakat dapat mengidentifikasi masalah, mengusulkan solusi, dan bekerja sama dengan pemerintah untuk membangun infrastruktur sosial maupun fisik yang lebih relevan dan berkelanjutan.

Pada akhirnya, visi untuk menjadikan Banjarmasin sebagai teladan nasional adalah sebuah ambisi yang mulia. Namun, ia hanya akan terwujud jika setiap individu dan setiap keluarga memahami bahwa pembangunan tidak bisa diwakilkan. Pembangunan adalah tanggung jawab kolektif.

Lomba Kampung Merah Putih telah menunjukkan betapa kuatnya ketika masyarakat bersatu. Kini, saatnya mengubah momentum menjadi gerakan, menjadikan gotong royong sebagai denyut nadi yang tidak pernah berhenti, dan menjadikan nasionalisme sebagai nafas yang abadi, demi masa depan Banjarmasin dan Indonesia yang lebih gemilang.(

  • Penulis : Rabiatul Hasanah SE MM
Rabiatul Hasanah SE MM, Lurah Pemurus Luar, Kecamatan Banjarmasin Timur.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!