Indahnya Shalawat di  Langgar Ashabul Mainah Banjar Indah

0
IBU-IBU UTAMA

Ibu-ibu Majelis Pengajian Langgar Ashabul Mainah di Jalan Ramin Raya, Banjar Indah, Banjarmasin. (Foto - Olpah Sari).

Senyum ramah dan suara lantunan shalawat menyambut siapa pun yang melangkah ke Langgar Ashabul Mainah di Jalan Ramin Raya, Banjar Indah, Banjarmasin, Minggu siang (14/09/2025). Di sinilah, ibu-ibu jemaah berkumpul untuk merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW, sebuah tradisi yang sarat makna, tetapi selalu terasa segar dan hangat setiap tahunnya.

Di tengah kesibukan rumah tangga, mereka datang membawa semangat, bukan sekadar untuk berkumpul, tetapi untuk menebar cinta, iman, dan kebersamaan. Kegembiraan dan kebahagiaan terpancar dari raut ratusan perempuan yang merupakan jemaah majelis pengajian di langgar tersebut.

Bagi ibu-ibu inilah momen terbaik mereka merayakan bersama Maulid Nabi yang menjadi rutinitas tahunan yang diselenggarakan dengan penuh khidmat dan kekeluargaan.Terlebih pada peringatan ini merek menghadirkan spesial Ustadzah Qudsi Alawiyah, Ketua Majelis Taklim Dr (Hc) Al Habib Abu Bakar Bin Hasan Alatas Az Zabidi, Landasan Ulin, Banjarbaru, yang dikenal luas sebagai penceramah yang dekat dengan kalangan ibu-ibu di Kalsel.

Ketua panitia, Hj. Khairiyah SPd, mengatakan, kegiatan ini merupakan sarana silaturahmi ibu-ibu warga kawasan Jalan Raya Ramin Banjar Indah, sembari memperingati Maulid Nabi.

“Kami ingin acara ini menjadi momen kebersamaan sekaligus meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Khairiyah.

 

Hj Jamilah dan Hj Khariyah serta dua jemaah pengajian saat memberikan keterangan pers kepada awak media. (Olpah Sari).

Acara yang digelar di Langgar Ashabul Mainah itu dipenuhi dengan lantunan shalawat, pembacaan maulid, dan tausiyah yang menyentuh hati. Para ibu-ibu jemaah terlihat antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan, sambil saling berbagi senyum, cerita, dan pengalaman.

Selain aspek keagamaan, kegiatan ini juga menyisipkan sentuhan sosial, seperti pembagian makanan ringan kepada anak-anak di lingkungan sekitar dan santunan bagi kaum dhuafa.

“Selain meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW, kami ingin menanamkan kepedulian dan kasih sayang kepada sesama,” tambah  khairiyah.

Kegiatan Maulid Nabi juga menghadirkan Ustadzah Qudsi Alawiyah, Ketua Majelis Taklim Dr (Hc) Al Habib Abu Bakar Bin Hasan Alatas Az Zabidi, Landasan Ulin, Banjarbaru. Dalam Tausiyahnya Qudsi Alawiyah menyampaikan nilai-nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari kejujuran, kepedulian terhadap sesama, hingga kesabaran dan keikhlasan.

“Nabi Muhammad SAW adalah teladan bagi seluruh umat. Akhlak beliau bukan hanya untuk dikenang, tetapi harus dijadikan panduan hidup kita,” ujar Ustadzah Qudsi Alawiyah.

 

Ustadzah Qudsi Alawiyah, Ketua Majelis Taklim Dr (Hc) Al Habib Abu Bakar Bin Hasan Alatas Az Zabidi, Landasan Ulin, Banjarbaru.

Sementara itu salah satu tokoh perempuan di kawasan Ramin Raya, Hj. Jamilah Wahid mengatakan kegiatan keagamaan bisa menjadi pengikat sosial, menguatkan kebersamaan, dan menumbuhkan rasa saling peduli antarwarga. Bagi Hj. Jamilah dan para ibu-ibu di Komplek Banjar Indah, setiap Maulid bukan sekadar ritual tahunan, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi dan menumbuhkan spirit meneladani Rasulullah SAW di tengah kehidupan sehari-hari.

“Kami ingin setiap peringatan Maulid Nabi menjadi momen untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus memperkuat tali persaudaraan antarwarga,” ucap Jamilah.

Perempuan yang dikenal sebagai penggiat pariwisata nasional dan tergabung dalam organisasi ASITA DPD Kalsel, sangat mengapresiasi keakraban yang terjalin dengan baik di antara ibu-ibu Jalan Ramin Raya Banjar Indah yang disatukan dalam satu ikatan majelis pengajian Langgar Ashabul Mainah.(Olpah Sari).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!