Kalsel Wujudkan Tata Kelola Pengadaan Barang dan Jasa Yang Akuntabel

0
9daced14-9d86-4a58-9e47-b38074dac6bd

Sekdaprov Kalsel HM Syarifuddin memberikan arahan khusus dalam Rapat Koordinasi Pencegahan Korupsi yang diinisiasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) .(Foto - Dok Arya).

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menegaskan komitmennya untuk memastikan setiap rupiah anggaran digunakan secara efektif dan transparan. Hal ini dilakukan dengan memperkuat tata kelola pengadaan barang dan jasa (PBJ) yang akuntabel, sebuah langkah strategis untuk mencegah potensi korupsi.

Kehadiran langsung Sekretaris Daerah Kalsel, M. Syarifuddin, mewakili Gubernur H Muhidin, dalam Rapat Koordinasi Pencegahan Korupsi yang diinisiasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) , Senin (08/09/2025) di Banjarbaru, menjadi bukti keseriusan Pemprov Kalsel . Acara yang dihadiri seluruh SKPD dan perwakilan kabupaten/kota ini berfokus pada langkah-langkah konkret dalam pengawasan PBJ.

Sekda Syarifuddin menyampaikan apresiasinya atas inisiatif KPK. Ia menekankan bahwa penguatan tata kelola PBJ adalah kunci untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih.

“Rapat koordinasi ini menjadi momentum penting bagi kita semua untuk kembali memperkuat komitmen. Mari kita pastikan setiap rupiah anggaran yang dialokasikan benar-benar untuk kesejahteraan masyarakat Kalimantan Selatan,” tegasnya.

Perwakilan KPK dalam paparannya menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas yang dimulai dari tahap paling awal, yaitu perencanaan program dan penetapan anggaran. Menurut KPK, dengan menutup celah penyimpangan sejak dini, risiko korupsi dapat diminimalisasi secara signifikan.

“Pencegahan adalah langkah awal yang paling efektif. Kolaborasi dengan pemerintah daerah dapat menciptakan sistem yang kuat dan anti-korupsi,” jelas perwakilan KPK.

Dengan sinergi antara Pemprov Kalsel dan KPK, diharapkan pengadaan barang dan jasa tidak lagi dipandang sekadar rutinitas, melainkan sebagai fondasi utama untuk membangun pemerintahan yang profesional dan berintegritas, yang pada akhirnya akan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat Banua.(M.Irfani).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!