OJK dan Bank Kalsel Dorong Anak Cerdas Finansial

0
LITERASI KEUANGAN

Foto - Humas Bank Kalsel.

 

Gelar Edukasi Keuangan di SDN 2 Pemalongan

Gerakan menginsipirasi, melek finansial dan membangun kebiasaan menabung sejak dini terus dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Selatan dan Bank Kalsel.

Kali ini kedua lembaga ini menggelar Roadshow Edukasi Keuangan di SD Negeri 2 Pemalongan, Kabupaten Tanah Laut. Kegiatan yang berlangsung Selasa (05/08/2025) merupakan bagian dari rangkaian Bulan Literasi Keuangan dan memperingati Hari Indonesia Menabung yang jatuh setiap 20 Agustus.

Dalam kegiatan ini, para siswa dikenalkan pada konsep dasar pengelolaan uang serta manfaat menabung melalui produk Tabungan Simpel (Simpanan Pelajar) Bank Kalsel, yang dirancang khusus untuk pelajar.

Dan tercatat sejak Januari hingga Juli 2025, Bank Kalsel telah membukakan 12.293 rekening Tabungan Simpel bagi pelajar di Kalimantan Selatan.

Bagi Bank Kalsel yang merupakan salah satu Bank Pembangunan Daerah terbaik nasional, Roadshow Edukasi Keuangan adalah sarana penting menggugah generasi muda sejak usia dini menanamkan kebiasaan baik, khususnya mengatur dan mengelola keuangan lewat menabung.

“Dengan menabung, anak-anak belajar mengatur uang, bersabar, dan menyiapkan masa depan. Kami ingin kegiatan ini menjadi awal kebiasaan baik yang tertanam sejak sekolah dasar,” ujar Kepala Kantor Bank Kalsel Cabang Pelaihari, Hasan.

Hasan berharap semangat menabung ini akan tumbuh menjadi kebiasaan baik jangka panjang.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap anak-anak semakin akrab dengan dunia perbankan dan tumbuh menjadi generasi cerdas finansial yang siap menghadapi masa depan,” kata Hasan.

Road Show Literasi Keuangan ini pun diapresiasi Kepala SD Negeri 2 Pemalongan, Abdullah. Dia pun menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini dan menilai hal tersebut sangat bermanfaat bagi para siswa.

“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran Bank Kalsel dan OJK. Anak-anak kami jadi lebih paham pentingnya menabung dan mulai mengenal dunia perbankan. Ini adalah edukasi nyata yang berdampak positif bagi masa depan mereka,” tutur Abdullah.

Sementara itu, Andy Rahman Yuliman, Asisten Direktur Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, Pelindungan Konsumen dan Layanan Manajemen Strategis OJK Kalsel, menyatakan bahwa keterlibatan perbankan dan sekolah sangat krusial untuk mendorong inklusi keuangan di daerah.

“Kegiatan seperti ini penting untuk membentuk generasi yang bijak dalam mengambil keputusan keuangan. OJK terus mendorong kolaborasi agar akses keuangan semakin merata hingga ke sekolah-sekolah,” pungkasnya. (Muhammad Irfani).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!