Bahrul Ilmi Belajar Khusus Budidaya Bawang Merah di Bali
Bupati H Bahrul Ilmi menyimak serius penjelasan petani bawang merah di Kintamani, Bali. (Foto-Tim Diskominfo Batola).
Keinginan membawa perubahan bagi Kabupaten Barito Kuala lebih jauh, terus dilakukan H Bahrul Ilmi dan Herman Susilo. Mulai pembenahan infrastruktur, pendidikan, banjir dan lingkungan hingga sektor pertanian.Keduanya bekerjsama dan berkolaborasi dengan seluruh SKPD di Bumi Ije Jela, selaras dengan visi dan misi mereka yakni peningkatan kesejahteraan masyarakat guna mendukung program Indonesia Emas.
Langkah strategis pun dilakukan keduanya, termasuk menggandeng Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Barito Kuala dan Bank Indonesia (BI). Salah satunya adalah melakukan kunjungan khusus ke KTT Sari Pertiwi Desa Songan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali. Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari teknis penanaman bawang merah yang dilakukan oleh petani lokal di daerah tersebut.
Melalui kunjungan ini Bupati Barito Kuala, H. Bahrul Ilmi, diharapkan daerah mereka bisa menerapkan hal-hal teknis bagaimana penanaman bawang merah yang sesuai media tanam dan waktu tanam yang baik seperti halnya yang dilakukan petani setempat.
“Mengingat harga bawang di Kabupaten Barito Kuala yang melonjak sangat mahal, kami berharap dapat mempelajari cara-cara penanaman bawang merah yang efektif dan efisien dari petani lokal di sini,” ujarnya.
Bupati juga menekankan pentingnya pendampingan dan dukungan langsung dari pihak terkait, baik itu dari Bank Indonesia (BI) maupun dari para petani bawang dari Desa Sangon, Kecamatan Kintamani.

“Kami berharap dapat bekerja sama dengan semua pihak untuk meningkatkan produksi bawang merah di Kabupaten Barito Kuala dan menstabilkan harga bawang di pasar lokal,” sambungnya lagi.
Petani bawang dari Desa Songan yang biasa disapa Bli Komang juga mengungkapkan kesediaannya untuk membantu dan berbagi pengalaman dengan masyarakat di Kabupaten Barito Kuala.
“Kami siap untuk membantu dan berbagi pengalaman dengan masyarakat disana, sehingga dapat meningkatkan produksi dan kualitas bawang merah mereka,”sambutnya dengan ramah.
Dengan kunjungan ini, diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan pengetahuan terkait penanaman bawang merah di Kabupaten Barito Kuala, sehingga dapat meningkatkan produksi dan stabilitas harga bawang di pasar lokal.
Kintamani di Bali terkenal sebagai sentra budidaya bawang merah, bahkan hampir 96% pasokan bawang merah di Bali berasal dari wilayah ini. Petani di sana banyak membudidayakan bawang merah di sekitar Kaldera Gunung Batur, terutama di Desa Songan, dengan lahan yang sebagian besar diubah menjadi area pertanian bawang merah.
Kintamani memiliki kondisi iklim yang mendukung untuk budidaya bawang merah, terutama karena dekat dengan Danau Batur yang menjadi sumber air irigasi. Petani di Kintamani menggunakan berbagai varietas bawang merah, termasuk varietas lokal Kintamani, Bali Karet, Biru Lancor, Super Philip, dan Bima Brebes. Petani di Kintamani juga mengembangkan teknik tumpang sari, menanam bawang merah bersama tanaman lain seperti cabai, tomat, dan kubis. (Olpah Sari).
